Kim Jong-un Bersumpah Tingkatkan Persenjataan Nuklir Korut
Selasa, 26 April 2022 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
"Misi dasar kekuatan nuklir kami adalah untuk mencegah perang, tetapi senjata nuklir kami tidak dapat terikat hanya pada satu misi," katanya, menurut transkrip KCNA seperti dikutip dari France24, Selasa (26/4/2022).
Korut telah menghentikan uji coba nuklir dan rudal jarak jauhnya sementara Kim Jong-un bertemu dengan presiden AS saat itu Donald Trump untuk pertarungan diplomasi yang gagal pada 2019 lalu.
Bulan lalu Pyongyang menguji coba ICBM jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017, dan citra satelit menunjukkan tanda-tanda aktivitas di lokasi uji coba nuklir, yang konon dihancurkan pada 2018 menjelang pertemuan pertama Trump-Kim Jong-un.
Baca juga: Punya Kekuatan Tak Terkalahkan, Korut Klaim Tak Bisa Disentuh Siapa Pun
Para analis mengatakan pesan Kim Jong-un tentang tujuan senjata nuklirnya bisa menjadi tanggapan terhadap Presiden terpilih Korea Selatan (Korsel) yang konservatif dan hawkish, Yoon Suk-yeol, yang mulai menjabat pada 10 Mei.
"Perlu dicatat bahwa Kim sekarang berbicara lebih spesifik tentang tujuan senjata nuklirnya," kata Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara.
Korut telah menghentikan uji coba nuklir dan rudal jarak jauhnya sementara Kim Jong-un bertemu dengan presiden AS saat itu Donald Trump untuk pertarungan diplomasi yang gagal pada 2019 lalu.
Bulan lalu Pyongyang menguji coba ICBM jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017, dan citra satelit menunjukkan tanda-tanda aktivitas di lokasi uji coba nuklir, yang konon dihancurkan pada 2018 menjelang pertemuan pertama Trump-Kim Jong-un.
Baca juga: Punya Kekuatan Tak Terkalahkan, Korut Klaim Tak Bisa Disentuh Siapa Pun
Para analis mengatakan pesan Kim Jong-un tentang tujuan senjata nuklirnya bisa menjadi tanggapan terhadap Presiden terpilih Korea Selatan (Korsel) yang konservatif dan hawkish, Yoon Suk-yeol, yang mulai menjabat pada 10 Mei.
"Perlu dicatat bahwa Kim sekarang berbicara lebih spesifik tentang tujuan senjata nuklirnya," kata Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara.
Lihat Juga :