Militer Ukraina: Tentara Rusia Coba Serbu Pabrik Baja Azovstal
Senin, 25 April 2022 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
Konstantin Ivaschenko, pejabat yang ditunjuk sebagai Wali Kota Mariupol oleh Rusia tetapi tidak diakui oleh Ukraina, membantah bahwa ada pertempuran yang terjadi di kota itu dalam komentar yang dilaporkan oleh kantor berita Rusia, TASS, pada hari Minggu.
Klaim kedua pihak tidak bisa diverifikasi secara independen.
Pabrik baja Azovstal adalah benteng utama Ukraina yang tersisa di Mariupol, sebuah kota yang telah mengalami pengeboman berkelanjutan sejak dimulainya invasi Rusia pada 24 Februari.
Sebelumnya pada hari Minggu, penasihat presiden Ukraina Oleksiy Arestovych menulis di Facebook bahwa pasukan Rusia berusaha untuk menghabisi para pembela Azovstal dan lebih dari 1.000 warga sipil yang bersembunyi di pabrik.
Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan "de-Nazifikasi" Ukraina.
Kemudian pada hari Minggu, Arestovych mengatakan dalam pidato video yang dirilis oleh kantor presiden bahwa Ukraina menawarkan kepada Rusia putaran negosiasi khusus yang akan diadakan di Mariupol untuk membahas nasib warga sipil dan pasukan Ukraina yang masih terjebak di kota itu.
Klaim kedua pihak tidak bisa diverifikasi secara independen.
Pabrik baja Azovstal adalah benteng utama Ukraina yang tersisa di Mariupol, sebuah kota yang telah mengalami pengeboman berkelanjutan sejak dimulainya invasi Rusia pada 24 Februari.
Sebelumnya pada hari Minggu, penasihat presiden Ukraina Oleksiy Arestovych menulis di Facebook bahwa pasukan Rusia berusaha untuk menghabisi para pembela Azovstal dan lebih dari 1.000 warga sipil yang bersembunyi di pabrik.
Rusia membantah menargetkan warga sipil dalam apa yang disebutnya "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan "de-Nazifikasi" Ukraina.
Kemudian pada hari Minggu, Arestovych mengatakan dalam pidato video yang dirilis oleh kantor presiden bahwa Ukraina menawarkan kepada Rusia putaran negosiasi khusus yang akan diadakan di Mariupol untuk membahas nasib warga sipil dan pasukan Ukraina yang masih terjebak di kota itu.
Lihat Juga :