Demi Berhubungan Seks dengan Klien, Ibu Ini Usir Putra Kecilnya dari Kamar hingga Tewas
Sabtu, 23 April 2022 - 09:53 WIB
loading...
A
A
A
Polisi juga menemukan pompa asma Hakeem terbungkus foil di samping perlengkapan narkoba.
Menjelang kematian tragis Hakeem, seorang perawat sekolah memperingatkan anak itu bisa meninggal selama akhir pekan karena napasnya semakin buruk hari demi hari.
Pada tanggal 26 November 2017, anak kecil itu pergi keluar pada malam hari untuk mencari udara, sesuatu yang sering dia lakukan ketika asmanya memburuk.
Biasanya dia akan membangunkan ibunya dan meminta bantuan, memberinya inhaler, tetapi Ibunya tidak membantunya kala itu.
Pada pagi hari, Hakeem ditemukan meninggal, tubuhnya membeku di taman, memegang sehelai daun di tangannya.
Seorang penduduk di lantai bawah mendengar ketukan di jendelanya pada dini hari, sebelum Hakeem diperkirakan telah meninggal.
Pada pukul 07.37, Ibunya menelepon 999 dan memberi tahu operator: "Dia sudah tewas... anak saya. Dia membawa dirinya keluar ketika kita tidur karena dia menderita asma...dan dia tertidur...dia tewas."
"Dia pasti bangun dan membawa dirinya ke luar agar dia bisa...dia menderita asma...dia tertidur di luar...dia pasti melakukannya...dia tidak membangunkan saya," lanjut Heat kepada operator.
Dia mengatakan putranya "biru dan kaku". "Tidak ada yang menyelamatkannya. Dia pergi," imbuh dia.
Setelah kematiannya, konsentrasi tinggi heroin dan kokain ditemukan di rambut Hakeem, yang pada orang dewasa akan menunjukkan "penggunaan aktif".
Paru-parunya juga menyempit, menegang dan meradang sebagai akibat dari kelalaian ibunya.
Menjelang kematian tragis Hakeem, seorang perawat sekolah memperingatkan anak itu bisa meninggal selama akhir pekan karena napasnya semakin buruk hari demi hari.
Pada tanggal 26 November 2017, anak kecil itu pergi keluar pada malam hari untuk mencari udara, sesuatu yang sering dia lakukan ketika asmanya memburuk.
Biasanya dia akan membangunkan ibunya dan meminta bantuan, memberinya inhaler, tetapi Ibunya tidak membantunya kala itu.
Pada pagi hari, Hakeem ditemukan meninggal, tubuhnya membeku di taman, memegang sehelai daun di tangannya.
Seorang penduduk di lantai bawah mendengar ketukan di jendelanya pada dini hari, sebelum Hakeem diperkirakan telah meninggal.
Pada pukul 07.37, Ibunya menelepon 999 dan memberi tahu operator: "Dia sudah tewas... anak saya. Dia membawa dirinya keluar ketika kita tidur karena dia menderita asma...dan dia tertidur...dia tewas."
"Dia pasti bangun dan membawa dirinya ke luar agar dia bisa...dia menderita asma...dia tertidur di luar...dia pasti melakukannya...dia tidak membangunkan saya," lanjut Heat kepada operator.
Dia mengatakan putranya "biru dan kaku". "Tidak ada yang menyelamatkannya. Dia pergi," imbuh dia.
Setelah kematiannya, konsentrasi tinggi heroin dan kokain ditemukan di rambut Hakeem, yang pada orang dewasa akan menunjukkan "penggunaan aktif".
Paru-parunya juga menyempit, menegang dan meradang sebagai akibat dari kelalaian ibunya.
Lihat Juga :