Putin: Kiev Cegah Pasukan Ukraina di Pabrik Azovstal untuk Menyerah
Sabtu, 23 April 2022 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan selama pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin pada Kamis bahwa Mariupol telah dibebaskan dari pasukan Ukraina, dan ketertiban sekarang dapat dipulihkan di kota Ukraina.
Pada saat yang sama, Shoigu mencatat pasukan Ukraina yang tersisa masih terkepung di pabrik baja Azovstal.
“Selama pembebasan kota, lebih dari 4.000 (militant) tersingkir, 1.478 menyerah. Dari kelompok yang tersisa, lebih dari 2.000 orang diblokade di zona industri pabrik Azovstal,” ungkap Menteri Pertahanan Rusia.
Presiden Putin, pada bagiannya, menekankan menyerbu pabrik Azovstal dan memasuki katakombenya adalah tidak bijaksana.
Dia menyarankan pasukan Rusia harus mengatur blokade kedap udara dari zona industri sebagai gantinya.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah operasi berkelanjutan Rusia untuk mendemiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina yang diumumkan Presiden Putin pada 24 Februari, menyusul permintaan bantuan dari DPR dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) di tengah peningkatan penembakan oleh pasukan Ukraina.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, operasi itu hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina dan warga sipil tidak dalam bahaya.
Pada saat yang sama, Shoigu mencatat pasukan Ukraina yang tersisa masih terkepung di pabrik baja Azovstal.
“Selama pembebasan kota, lebih dari 4.000 (militant) tersingkir, 1.478 menyerah. Dari kelompok yang tersisa, lebih dari 2.000 orang diblokade di zona industri pabrik Azovstal,” ungkap Menteri Pertahanan Rusia.
Presiden Putin, pada bagiannya, menekankan menyerbu pabrik Azovstal dan memasuki katakombenya adalah tidak bijaksana.
Dia menyarankan pasukan Rusia harus mengatur blokade kedap udara dari zona industri sebagai gantinya.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah operasi berkelanjutan Rusia untuk mendemiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina yang diumumkan Presiden Putin pada 24 Februari, menyusul permintaan bantuan dari DPR dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) di tengah peningkatan penembakan oleh pasukan Ukraina.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, operasi itu hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina dan warga sipil tidak dalam bahaya.
(sya)
Lihat Juga :