Laporkan China Lancarkan Serangan, Stasiun TV Taiwan Minta Maaf
Kamis, 21 April 2022 - 02:16 WIB
loading...
A
A
A
Booklet tersebut antara lain menjelaskan, cara mencari tempat perlindungan bom melalui aplikasi smartphone, menyiapkan kotak P3K, serta cara membedakan berbagai jenis sirene serangan udara.
Baca juga: Menhan Taiwan: Perang Ukraina Akan Mengubah Rencana Invasi China
Selain itu, baru-baru ini ada pembicaraan tentang perpanjangan wajib militer bagi pria warga negara Taiwan di luar empat bulan yang saat ini diberlakukan.
Taiwan adalah wilayah pemerintahan sendiri, yang secara de facto diperintah oleh pemerintahnya sendiri sejak 1949, ketika pihak yang kalah dalam perang saudara China melarikan diri ke pulau itu dan mendirikan pemerintahannya sendiri di sana.
China, pada bagiannya, menganggap pihak berwenang Taiwan sebagai separatis, bersikeras bahwa pulau itu adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari China.
Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah mengintensifkan kegiatan militernya di Selat Taiwan, memisahkan daratan China dari pulau itu. Pejabat tinggi China, termasuk Presiden Xi Jinping, secara terbuka mengatakan bahwa penggunaan kekuatan adalah salah satu opsi di atas meja untuk memastikan 'penyatuan kembali' Taiwan dengan Republik Rakyat China.
Baca juga: Taipei: Ancaman China Justru Akan Meningkatkan Dukungan AS ke Taiwan
Baca juga: Menhan Taiwan: Perang Ukraina Akan Mengubah Rencana Invasi China
Selain itu, baru-baru ini ada pembicaraan tentang perpanjangan wajib militer bagi pria warga negara Taiwan di luar empat bulan yang saat ini diberlakukan.
Taiwan adalah wilayah pemerintahan sendiri, yang secara de facto diperintah oleh pemerintahnya sendiri sejak 1949, ketika pihak yang kalah dalam perang saudara China melarikan diri ke pulau itu dan mendirikan pemerintahannya sendiri di sana.
China, pada bagiannya, menganggap pihak berwenang Taiwan sebagai separatis, bersikeras bahwa pulau itu adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari China.
Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah mengintensifkan kegiatan militernya di Selat Taiwan, memisahkan daratan China dari pulau itu. Pejabat tinggi China, termasuk Presiden Xi Jinping, secara terbuka mengatakan bahwa penggunaan kekuatan adalah salah satu opsi di atas meja untuk memastikan 'penyatuan kembali' Taiwan dengan Republik Rakyat China.
Baca juga: Taipei: Ancaman China Justru Akan Meningkatkan Dukungan AS ke Taiwan
Lihat Juga :