Manfaatkan Perang Ukraina, ISIS Serukan Anggotanya Serang Barat

Rabu, 20 April 2022 - 00:18 WIB
loading...
Manfaatkan Perang Ukraina,...
ISIS serukan anggota dan simpatisannya untuk menyerang Barat di tengah kecamuk perang yang terjadi di Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
BRUSSELS - Kelompok teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) menyerukan anggota dan pendukungnya untuk melakukan jihad melawan Eropa dan Israel sementara Barat terganggu oleh situasi di Ukraina. Seruan itu beredar dalam sebuah pesan online yang dikutip oleh Times pada awal pekan ini.

"Jihadis harus menyerang sementara mereka yang dianggap kelompok 'pejuang salib' sedang berperang satu sama lain," kata juru bicara ISIS yang baru, Omar al-Muhajir, dalam pesan yang dirilis bertepatan dengan bulan suci Ramadhan seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (20/4/2022).

Juru bicara kelompok teror itu mengatakan kepada pengikutnya untuk mempersenjatai diri, menyerukan kampanye balas dendam atas kematian pemimpin Abu Ibrahim al Hashimi al Qurayshi meskipun ia diduga dibunuh awal tahun ini dalam serangan Amerika Serikat (AS), bukan oleh orang Eropa atau Israel.



Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi, dikatakan telah dipilih oleh pendahulunya untuk menjadi pemimpin kelompok berikutnya. Ia menggantikan pendiri dan sesama target serangan AS Abu Bakr al-Baghdadi.

Sementara Eropa Barat disibukkan dengan konflik Ukraina – dan juga pasokan energi – Israel sebagian besar tetap berada di luar konflik.

Baca juga: ISIS: Konflik Ukraina Adalah Perangnya Para Tentara Salib

Namun, negara Zionis itu telah meningkatkan serangan terhadap warga Palestina, sering melakukan serangan di Tepi Barat setelah dua serangan teroris oleh simpatisan ISIS.

Lonjakan kekerasan memuncak dalam konfrontasi antara polisi Israel dan warga Palestina di masjid al-Aqsa pada hari Jumat, yang menyebabkan lebih dari 150 warga Palestina terluka.

Sementara rekaman itu termasuk pembicaraan tentang “membebaskan” Yerusalem melalui pembentukan kekhalifahan – salah satu poin pembicaraan favorit kelompok tersebut – para ahli yang dikutip oleh Times tidak lagi percaya ISIS memiliki kemampuan untuk melakukan operasi besar di luar negeri.

Baca juga: ISIS Klaim Tembak Mati Dua Polisi Israel, Serangan Kedua dalam Sepekan

Secara resmi dinyatakan dikalahkan oleh Presiden AS saat itu Donald Trump pada 2019 dengan pembunuhan al-Baghdadi, kelompok itu telah mengasingkan diri ke wilayah yang relatif kecil di Suriah, sebuah negara di mana kelompok itu pernah memegang wilayah yang signifikan, setelah bertahun-tahun bertempur dengan militer Suriah, Rusia, Iran, dan AS.

Namun, sebuah cabang dari kelompok tersebut, yang dikenal sebagai ISIS-K, melakukan bom bunuh diri di bandara Kabul di Afghanistan selama upaya AS untuk mengevakuasi anggota militernya dan meninggalkan negara itu setelah 20 tahun perang.

Beberapa serangan di Eropa juga telah dikaitkan dengan simpatisan ISIS, termasuk pembunuhan brutal anggota parlemen Inggris David Amess.

Baca juga: Media Lebanon: Militan ISIS Berencana Bunuh Macron
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Gempa M7,8 Guncang Filipina,...
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Berita Terkini
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved