Inilah 4 Negara di Dunia yang Paling Sering Perang

Jum'at, 15 April 2022 - 19:16 WIB
loading...
Inilah 4 Negara di Dunia...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Beberapa negara di dunia tercatat sebagai negara paling sering perang . Pada dasarnya, konflik yang menimpa sebuah negara bisa berujung konfrontasi bersenjata dan menimbulkan korban tak bersalah.

Selain itu, ada juga berbagai intervensi pihak asing yang membuat situasi dalam negara menjadi lebih berkecamuk lagi, sehingga bisa menyebabkan meletusnya perang saudara di negara terkait.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa negara yang paling sering perang.



1. Afghanistan

Salah satu negara di kawasanAsiaSelatan ini memang kerap mengisi berita-berita dunia dengan konflik bersenjatanya. Afghanistan sendiri telah terlibat dalam berbagai konflik bersenjata, dari perang saudara, perang antar etnis, hingga perang internasional. Hal ini tercatat terus menerus terjadi sejak tahun 1978.

Salah satu perang yang sering terjadi dan melibatkan Afghanistan adalah konflik berkepanjangan dengan Taliban, sebuah kelompok ekstrimis agama yang ingin menguasai Afghanistan. Pada tahun 2001, saat negara ini berperang melawan Taliban, pasukan Amerika Serikat datang dan membantu melawannya.

Keberadaan AS di Afghanistan ini menjadi pelindung warga sipil setempat dari serangan-serangan yang dilakukan Taliban. Namun, setelah AS menarik pasukannya dari negara ini, Taliban kembali muncul dan merebut kendali atas Afghanistan.

Baca juga: Taliban Larang Warga Afghanistan Tanam Opium, Pelanggar Diancam Hukum Syariah

2. Irak

Masih berada di kawasan Timur Tengah, Irak juga memiliki sejarah perang yang cukup panjang. Terlebih saat negara ini berada di rezim Saddam Hussein sekitar tahun 1979. Salah satu contohnya adalah perang Irak dan Iran yang terjadi pada 1979 hingga 1988 dan berakhir dengan jalan buntu. Parahnya lagi, perang ini menelan korban jiwa sekitar 500.000 hingga 1,5 juta orang.

Selain itu, Irak juga pernah berkonfrontasi dengan Amerika Serikat. Pada kurun waktu 2003-2007 setelah serangan 9-11 di AS, koalisi pasukan Amerika Serikat dan sekutunya memasuki Irak dengan tujuan menggulingkan rezim Saddam Hussein. Dalam konfrontasi ini, diperkirakan sekitar 151.000 hingga 1,2 juta jiwa meninggal.

Setelah AS menarik diri dari Irak, negara ini pun tak kunjung membaik karena harus kembali mengalami perang saudara berkepanjangan.

Baca juga: Rudal Balistik Mendarat Dekat Konsulat AS di Irak

3. Myanmar

Negara ini dikenal secara resmi sejak 1989 sebagai Republik Persatuan Myanmar , namun namanya berubah menjadi Burma ketika militer yang berkuasa di negara tersebut. Dalam sejarahnya, Myanmar sudah dilanda perang saudara antar etnis sejak 1948. Kala memperoleh kemerdekaan dari Inggris, Myanmar dilanda konflik perebutan kekuasaan.

Bahkan sampai hari sekalipun, masih kerap terjadi konflik antar etnis di Myanmar yang menyebabkan warga tak bersalah turut menjadi korbannya. Yang terbaru, pada 2021 lalu Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan dan menahan Aung San Suu Kyi serta Presiden. Hal ini dikarenakan militer menuduh partai Suu kyi memenangkan pemilu 2020 dengan cara curang.

Baca juga: Jual Rudal ke Pemberontak Myanmar, Bos Yakuza Ditangkap

4. Vietnam

Satu lagi negara kawasan Asia Tenggara ini menjadi negara yang paling sering perang. Pada 1950, kala Prancis meninggalkan koloninya di Vietnam , negara tersebut terpecah menjadi 2 kubu, yaitu pemerintahan komunis yang diakui Uni Soviet dan sisa-sisa pemerintahan Prancis yang didukung AS dan Inggris.

Tak hanya melawan negara lain, Vietnam juga pernah mengalami perang saudara pada tahun 1955. Parahnya lagi, konflik berdarah tersebut melibatkan Amerika Serikat.

Setelah jatuhnya Saigon, barulah AS menghentikan keterlibatannya di Vietnam. Namun, konflik tersebut juga diketahui memakan hingga lebih dari 3 juta jiwa.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Terungkap! Israel Sudah...
Terungkap! Israel Sudah Siapkan Perang Berhari-hari Lawan Iran, Panggil Tentara Cadangan
Rekomendasi
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Berita Terkini
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved