Kehabisan Makanan dan Amunisi, Pria Inggris Menyerah kepada Pasukan Rusia
Rabu, 13 April 2022 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Ibu Aslin mengatakan kepada wartawan BBC Emma Vardy bahwa putranya dan unitnya telah melakukan perlawanan yang hebat dan Aslin telah meneleponnya untuk mengatakan bahwa mereka tidak punya senjata lagi.
Sebuah tweet dari akun Aslin menolak anggapan bahwa pria berusia 27 tahun itu adalah tentara bayaran, mengatakan bahwa dia telah bergabung dengan militer Ukraina sebagai "pejuang yang sepenuhnya legal."
Baca juga: Perang Ukraina Makin Memanas, Iran Disebut Pasok Rudal ke Rusia
"Mercenary (tentara bayaran), sebuah kata yang coba dilampirkan oleh para idiot kepadanya, memiliki arti hukum yang jelas," tulis akun tersebut.
Tweet ini mengutip definisi Konvensi Jenewa, yang mencantumkan salah satu kriteria untuk mengidentifikasi tentara bayaran sebagai bukan anggota angkatan bersenjata dari suatu pihak dalam konflik.
Menurut media pemerintah Rusia TASS, Rusia telah menyatakan bahwa tentara bayaran asing yang bertempur di Ukraina tidak akan diperlakukan sebagai tawanan perang di bawah hukum internasional.
Sebuah tweet dari akun Aslin menolak anggapan bahwa pria berusia 27 tahun itu adalah tentara bayaran, mengatakan bahwa dia telah bergabung dengan militer Ukraina sebagai "pejuang yang sepenuhnya legal."
Baca juga: Perang Ukraina Makin Memanas, Iran Disebut Pasok Rudal ke Rusia
"Mercenary (tentara bayaran), sebuah kata yang coba dilampirkan oleh para idiot kepadanya, memiliki arti hukum yang jelas," tulis akun tersebut.
Tweet ini mengutip definisi Konvensi Jenewa, yang mencantumkan salah satu kriteria untuk mengidentifikasi tentara bayaran sebagai bukan anggota angkatan bersenjata dari suatu pihak dalam konflik.
Menurut media pemerintah Rusia TASS, Rusia telah menyatakan bahwa tentara bayaran asing yang bertempur di Ukraina tidak akan diperlakukan sebagai tawanan perang di bawah hukum internasional.
Lihat Juga :