Nekat Ingin Gabung NATO, Finlandia Didekati Rudal-rudal Rusia
Rabu, 13 April 2022 - 03:03 WIB
loading...
A
A
A
Kenetralan paksa negara itu untuk menenangkan tetangganya yang lebih kuat menciptakan istilah "Finlandisasi".
Finlandia tetap berada di luar aliansi militer transatlantik, dan meskipun ada beberapa pemotongan setelah Perang Dingin, Finlandia telah berfokus pada pemeliharaan kemampuan pertahanan dan kesiapan yang didanai dengan baik.
“Kami dapat memobilisasi 280.000 hingga 300.000 [tentara] pria dan wanita dalam hitungan hari,” kata Stubb, menambahkan bahwa 900.000 [tentara] cadangan juga dapat dipanggil.
Pekan lalu pemerintah Finlandia menyetujui kenaikan 40 persen dalam pengeluaran pertahanan pada tahun 2026, untuk lebih memperkuat posisi negara itu.
“Kami telah berjalan jauh dalam hal kebijakan keamanan kami, dan mereka telah bekerja sejauh ini,” kata anggota Parlemen dari Partai Tengah, Joonas Kontta.
Seperti mayoritas rekan parlementernya, politisi 32 tahun itu dulu berpikir bahwa keanggotaan NATO adalah “sesuatu yang tidak kita butuhkan saat ini”.
"Tetapi invasi Rusia mengubah sesuatu di Eropa dengan cara yang tidak dapat diubah kembali," katanya kepada AFP.
Finlandia tetap berada di luar aliansi militer transatlantik, dan meskipun ada beberapa pemotongan setelah Perang Dingin, Finlandia telah berfokus pada pemeliharaan kemampuan pertahanan dan kesiapan yang didanai dengan baik.
“Kami dapat memobilisasi 280.000 hingga 300.000 [tentara] pria dan wanita dalam hitungan hari,” kata Stubb, menambahkan bahwa 900.000 [tentara] cadangan juga dapat dipanggil.
Pekan lalu pemerintah Finlandia menyetujui kenaikan 40 persen dalam pengeluaran pertahanan pada tahun 2026, untuk lebih memperkuat posisi negara itu.
“Kami telah berjalan jauh dalam hal kebijakan keamanan kami, dan mereka telah bekerja sejauh ini,” kata anggota Parlemen dari Partai Tengah, Joonas Kontta.
Seperti mayoritas rekan parlementernya, politisi 32 tahun itu dulu berpikir bahwa keanggotaan NATO adalah “sesuatu yang tidak kita butuhkan saat ini”.
"Tetapi invasi Rusia mengubah sesuatu di Eropa dengan cara yang tidak dapat diubah kembali," katanya kepada AFP.
(min)
Lihat Juga :