Krisis Parah, Sri Lanka Nyatakan Default Alias Gagal Bayar Utang

Selasa, 12 April 2022 - 22:50 WIB
loading...
Krisis Parah, Sri Lanka...
Demonstran yang hendak menyerbu rumah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa diadang bus militer. Negara yang dilanda krisis ekonomi parah ini menyatakan default atau gagal bayar utang luar negeri. Foto/REUTERS
A A A
COLOMBO - Dilanda krisis ekonomi yang semakin parah, Sri Lanka menyatakan default atau gagal membayar utang luar negerinya. Menurut pemerintah setempat, pembayaran utang luar negeri dihentikan karena cadangan dolar yang semakin menipis diperlukan untuk membeli makanan dan bahan bakar.

“Kami telah sampai pada situasi di mana kemampuan untuk membayar utang kami sangat rendah. Itu sebabnya kami memutuskan untuk melakukan preemptive default,” kata gubernur bank sentral yang baru diangkat, Nandalal Weerasinghe, dalam pengumumannya pada Selasa (12/4/2022), seperti dikutip Russia Today.

Pembayaran utang luar negeri negara Asia Selatan itu akan ditangguhkan sementara, sambil menunggu dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca juga: Krisis Makin Parah, Seluruh Menteri Sri Lanka Mundur Sekaligus

Sri Lanka harus melakukan pembayaran utang luar negeri sebesar USD4 miliar tahun ini, termasuk USD1 miliar pada bulan Juli, tetapi cadangan devisanya hanya sekitar USD1,93 miliar pada bulan Maret.

"Kita perlu fokus pada impor penting dan tidak perlu khawatir tentang pembayaran utang luar negeri,” kata Weerasinghe, menjelaskan apa yang ingin dilakukan negara itu dengan sisa dolarnya.

Kementerian Keuangan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Sri Lanka telah menemukan dirinya dalam situasi yang mengerikan karena dampak pandemi COVID-19 dan dampak dari perang Rusia di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved