Militer Kanada Dilaporkan Latih Batalion Neo-Nazi Azov

Selasa, 12 April 2022 - 19:39 WIB
loading...
A A A
"Saya dapat meyakinkan Anda dengan kepastian mutlak bahwa ini adalah lambang Azov," tegasnya.

Gambar lain yang diambil selama program pelatihan yang sama menunjukkan seorang tentara Ukraina mengenakan patch yang terkait dengan Divisi Grenadier Waffen-SS ke-14, yang dibuat oleh rezim Adolf Hitler pada tahun 1943 untuk melawan Tentara Merah Uni Soviet dengan kolaborator Nazi Ukraina. Ukraina mengadakan pawai baru-baru ini pada Mei lalu untuk menghormati para pejuangnya.

Baca juga: Komandan Tertinggi Neo-Nazi Tewas di Ukraina, Dihabisi Tim Pengintai Rusia

Kanada dilaporkan telah menghabiskan hampir USD794 juta untuk melatih tentara Ukraina sejak pemerintah bekas republik Soviet yang dipilih secara demokratis digulingkan pada tahun 2014. Pejuang Neo-Nazi berperan penting dalam proses perubahan rezim yang didukung Amerika Serikat (AS), dan Batalion Azov digunakan untuk memadamkan perbedaan pendapat sesudahnya.

Angkatan Bersenjata Kanada (CAF) telah berulang kali membantah memberikan pelatihan kepada anggota milisi fasis Ukraina. Pada 2015, Menteri Pertahanan Kanada saat itu Jason Kennedy menyebut para pejuang Azov sebagai “sejumlah kecil apel busuk.”

Namun setelah sebuah laporan muncul pada tahun lalu yang menunjukkan bahwa tentara yang terkait dengan Azov membual menerima pelatihan dari Kanada dan anggota NATO lainnya secara online, CAF mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka akan melakukan "tinjauan menyeluruh" dan menganalisis apakah prosedurnya memadai untuk mencegah mereka tanpa disadari membantu kelompok yang pandangannya bertentangan secara fundamental.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved