Inggris: Jika Rusia Gunakan Senjata Kimia, Semua Opsi di Atas Meja

Selasa, 12 April 2022 - 17:04 WIB
loading...
A A A
“Bukan hanya presiden Amerika Serikat, presiden Prancis dan Perdana Menteri kita sendiri juga telah menjelaskan bahwa ada senjata yang tidak boleh digunakan dan jika digunakan, orang akan dimintai pertanggungjawaban,” ia menegaskan.

Heappey tidak akan menjelaskan secara rinci tentang apa langkah Inggris selanjutnya.

"Saya pikir itu berguna untuk mempertahankan beberapa ambiguitas .. tentang persis seperti apa tanggapannya," ujarnya.

Namun dia mengatakan respons apa pun pasti akan efektif, tetapi juga akan dipertimbangkan dengan baik.

"Mari kita perjelas, jika mereka digunakan sama sekali maka Presiden Putin harus tahu bahwa semua opsi yang mungkin ada di atas meja dalam hal bagaimana Barat akan merespons," ia menambahkan.

Baca juga: Zelensky Cari Bantuan Militer dari Korea Selatan

Sudah lama dikhawatirkan bahwa Putin akan menggunakan perang kimia karena ia semakin frustrasi dengan invasinya yang gagal.

Para pemimpin dunia sebelumnya telah menegaskan bahwa taktik biadab akan menjadi 'garis merah' yang harus dia lewati agar barat dapat campur tangan secara langsung dalam perang.

Setelah senjata kimia digunakan di Suriah, Inggris menyetujui serangan udara dengan Prancis dan AS yang menargetkan fasilitas pemerintah yang diduga menyimpannya.

Tadi malam, resimen Azov di Mariupol melaporkan tentara menderita pusing dan tidak bisa bernapas setelah zat beracun yang tidak diketahui asalnya dijatuhkan pada mereka dari pesawat tak berawak Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved