Pentagon Pantau Laporan Kemungkinan Rusia Gunakan Senjata Kimia di Ukraina
Selasa, 12 April 2022 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya pada hari Senin, pendiri Resimen Azov yang kontroversial di Ukraina, yang telah bertempur di Mariupol, mengklaim dalam sebuah video di Telegram bahwa Rusia menggunakan senjata kimia di sebuah pabrik baja tempat pasukan Ukraina bekerja keras. Unit tersebut mengatakan tiga orang diracuni sebagai hasil dari yang diklaim sebagai serangan kimia.
Baca juga: Rusia Lenyapkan Peluncur S-300 yang Dipasok Eropa di Ukraina
Pada hari yang sama, Lesia Vasylenko dan Ivanna Klympush, keduanya anggota parlemen Ukraina, juga menuduh Rusia di Twitter menggunakan senjata kimia.
Tuduhan itu muncul ketika Eduard Basurin, juru bicara Republik Rakyat Donetsk separatis yang diakui Rusia, menyarankan di TV Rusia bahwa Moskow harus mengerahkan "pasukan kimia" pada pasukan Ukraina, menurut The New York Times.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menanggapi ancaman Basurin dalam pidato video itu, menyebut kata-katanya sebagai persiapan untuk tahap baru teror terhadap Ukraina dan para pejuangnya.
"Salah satu juru bicara penjajah menyatakan bahwa mereka dapat menggunakan senjata kimia terhadap para pembela Mariupol. Kami menganggap ini seserius mungkin," kata Zelensky.
Baca juga: Rusia Lenyapkan Peluncur S-300 yang Dipasok Eropa di Ukraina
Pada hari yang sama, Lesia Vasylenko dan Ivanna Klympush, keduanya anggota parlemen Ukraina, juga menuduh Rusia di Twitter menggunakan senjata kimia.
Tuduhan itu muncul ketika Eduard Basurin, juru bicara Republik Rakyat Donetsk separatis yang diakui Rusia, menyarankan di TV Rusia bahwa Moskow harus mengerahkan "pasukan kimia" pada pasukan Ukraina, menurut The New York Times.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menanggapi ancaman Basurin dalam pidato video itu, menyebut kata-katanya sebagai persiapan untuk tahap baru teror terhadap Ukraina dan para pejuangnya.
"Salah satu juru bicara penjajah menyatakan bahwa mereka dapat menggunakan senjata kimia terhadap para pembela Mariupol. Kami menganggap ini seserius mungkin," kata Zelensky.
Lihat Juga :