Rusia Kritik Uni Eropa Sekarang Jadi Organisasi Militer NATO
Selasa, 12 April 2022 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
“Kosovo dapat diakui sebagai independen tanpa referendum. Krimea tidak bisa, meskipun mengadakan referendum yang diamati oleh (banyak pemantau internasional),” papar dia menawarkan sebagai contoh standar ganda Barat.
“Di Irak, 10.000 kilometer jauhnya dari AS, mereka membayangkan beberapa ancaman terhadap keamanan nasional mereka. Mereka mengebomnya, tidak menemukan ancaman. Dan bahkan tidak mengatakan mereka minta maaf,” tutur Lavrov.
“Tetapi ketika tepat di perbatasan kami, mereka menumbuhkan neo-Nazi ultra-radikal, membuat lusinan biolab … mengerjakan bioweapon, seperti yang dibuktikan oleh dokumen, kami diberitahu bahwa kami tidak diizinkan untuk bereaksi terhadap ancaman itu,” ujar dia.
Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada tahun 2014, dan pengakuan akhirnya Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Moskow sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali dua wilayah pemberontak dengan paksa.
“Di Irak, 10.000 kilometer jauhnya dari AS, mereka membayangkan beberapa ancaman terhadap keamanan nasional mereka. Mereka mengebomnya, tidak menemukan ancaman. Dan bahkan tidak mengatakan mereka minta maaf,” tutur Lavrov.
“Tetapi ketika tepat di perbatasan kami, mereka menumbuhkan neo-Nazi ultra-radikal, membuat lusinan biolab … mengerjakan bioweapon, seperti yang dibuktikan oleh dokumen, kami diberitahu bahwa kami tidak diizinkan untuk bereaksi terhadap ancaman itu,” ujar dia.
Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada tahun 2014, dan pengakuan akhirnya Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Moskow sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali dua wilayah pemberontak dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :