China Diam-diam Kirim Rudal Canggih ke Sekutu Rusia saat Ukraina Digempur
Senin, 11 April 2022 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
“Kehadiran Y-20 di Eropa dalam jumlah berapa pun juga masih merupakan perkembangan yang cukup baru.”
Analis militer Serbia, Aleksandar Radic, mengatakan: “China melakukan demonstrasi kekuatan mereka.”
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengonfirmasi pengiriman sistem jarak menengah yang disepakati pada 2019, dengan mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia akan menghadirkan "kebanggaan terbaru" dari militer Serbia pada hari Selasa atau Rabu nanti.
Dia sebelumnya mengeluh bahwa negara-negara NATO, yang mewakili sebagian besar tetangga Serbia, menolak untuk mengizinkan penerbangan kargo sistem rudal di atas wilayah mereka di tengah ketegangan atas agresi Rusia di Ukraina.
Meskipun telah memilih mendukung resolusi PBB yang mengutuk serangan berdarah Rusia di Ukraina, Serbia telah menolak untuk bergabung dengan sanksi internasional terhadap sekutunya tersebut. Negara itu juga menolak untuk mengkritik langsung invasi pasukan Moskow ke Ukraina.
Kembali pada tahun 2020, para pejabat Amerika Serikat memperingatkan Beograd terhadap pembelian sistem anti-pesawat HQ-22, yang versi ekspornya dikenal sebagai FK-3.
Mereka mengatakan bahwa jika Serbia benar-benar ingin bergabung dengan Uni Eropa dan aliansi Barat lainnya, ia harus menyelaraskan peralatan militernya dengan standar Barat.
Sistem rudal China telah banyak dibandingkan dengan sistem rudal Patriot Amerika dan sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 Rusia meskipun memiliki jangkauan yang lebih pendek daripada S-300 yang lebih canggih.
Analis militer Serbia, Aleksandar Radic, mengatakan: “China melakukan demonstrasi kekuatan mereka.”
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengonfirmasi pengiriman sistem jarak menengah yang disepakati pada 2019, dengan mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia akan menghadirkan "kebanggaan terbaru" dari militer Serbia pada hari Selasa atau Rabu nanti.
Dia sebelumnya mengeluh bahwa negara-negara NATO, yang mewakili sebagian besar tetangga Serbia, menolak untuk mengizinkan penerbangan kargo sistem rudal di atas wilayah mereka di tengah ketegangan atas agresi Rusia di Ukraina.
Meskipun telah memilih mendukung resolusi PBB yang mengutuk serangan berdarah Rusia di Ukraina, Serbia telah menolak untuk bergabung dengan sanksi internasional terhadap sekutunya tersebut. Negara itu juga menolak untuk mengkritik langsung invasi pasukan Moskow ke Ukraina.
Kembali pada tahun 2020, para pejabat Amerika Serikat memperingatkan Beograd terhadap pembelian sistem anti-pesawat HQ-22, yang versi ekspornya dikenal sebagai FK-3.
Mereka mengatakan bahwa jika Serbia benar-benar ingin bergabung dengan Uni Eropa dan aliansi Barat lainnya, ia harus menyelaraskan peralatan militernya dengan standar Barat.
Sistem rudal China telah banyak dibandingkan dengan sistem rudal Patriot Amerika dan sistem rudal permukaan-ke-udara S-300 Rusia meskipun memiliki jangkauan yang lebih pendek daripada S-300 yang lebih canggih.
Lihat Juga :