Viral, Karikatur Dewa Rama Memanah Naga Ramaikan Bentrok China-India

Kamis, 18 Juni 2020 - 15:57 WIB
loading...
Viral, Karikatur Dewa...
Karikatur Dewa Rama memanah naga diterbitkan media Taiwan sebagai dukungan kepada India yang bentrok dengan China. Foto/Taiwan News
A A A
NEW DELHI - Pasukan China dan India bentrok berdarah di Lembah Galwan, Ladakh, dengan korban jiwa puluhan tentara dari kedua pihak. Setelah bentrok tersebut muncul karikatur yang menggambarkan Dewa Rama membidikkan panahnya ke naga.

Gambar itu pertama kali dibagikan seorang warga Hong Kong pengguna media sosial dan diterbitkan media Taiwan sebagai dukungan untuk New Delhi. Gambar itu kini viral di media sosial Hong Kong, Taiwan dan India.

Taiwan News, portal berita berbahasa Inggris yang berbasis di Taiwan, menjadikan karikatur itu sebagai "photo of the day" di situs webnya. "(Dewa) Rama India siap untuk membunuh naga China atas sengketa perbatasan Ladakh," tulis media tersebut dalam keterangan untuk karikatur tersebut.

Gambar itu sengaja diambil oleh Taiwan News setelah viral di platform media sosial Hong Kong, LIHKG. (Baca: China vs India: Dua Kekuatan Nuklir, tapi Bentroknya Baku Tinju )

"Ketika nasionalisme di kedua sisi perbatasan mencapai puncaknya hari itu, sebuah ilustrasi yang menunjukkan Rama, avatar ketujuh Dewa Hindu; Wisnu, memegang busur dan bersiap untuk menembakkan panah besar ke naga China di samping kata-kata; 'We Conquer. We Kill'," tulis media Taiwan tersebut.

Menurut media Taiwan, karikatur itu pertama kali dibagikan oleh pengguna Twitter Hong Kong dengan nama HoSaiLei.

Gambar itu menarik perhatian orang-orang India, yang saat ini sedang berduka karena kehilangan lebih dari 20 tentaranya dalam bentrokan berdarah di perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved