Aksi Penembakan Kembali Terjadi di Israel, 2 Tewas di Tel Aviv
Jum'at, 08 April 2022 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
“Ini adalah suasana perang. Tentara dan polisi ada di mana-mana,” kata Binyamin Blum, yang bekerja di sebuah restoran dekat lokasi serangan.
Dilaporkan dari Yerusalem Barat, John Holman dari Al Jazeera mengatakan daerah di mana penembakan itu terjadi "penuh dengan bar dan kafe".
“Pasti ada beberapa orang yang keluar. Media lokal melaporkan bahwa ada dua pria bersenjata terpisah. Penembakan ini terjadi di berbagai lokasi. Tampaknya itu mirip dengan serangan, bukan penembakan kriminal,” kata Holman.
“Israel telah mengirim lebih banyak polisi, lebih banyak pasukan keamanan ke jalan-jalan, dan perdana menteri (Israel) mengatakan pada minggu lalu bahwa siapa pun yang memiliki lisensi senjata harus membawa senjata mereka. Ini adalah momen yang mereka persiapkan, terutama karena ini adalah awal bulan suci Ramadhan, yang sering membawa ketegangan di belahan dunia ini,” sambungnya.
Baca juga: Pasukan Israel Tewaskan 3 Warga Palestina dalam Baku Tembak di Tepi Barat
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett sedang memantau situasi dari markas militer Israel, yang juga di pusat kota Tel Aviv, kata kantornya.
Motif penembakan itu tidak diketahui secara jelas, tetapi ketegangan meningkat menyusul serangan baru-baru ini oleh warga Palestina yang menewaskan 11 orang di Israel.
Pada 22 Maret, empat orang Israel tewas dalam serangan penikaman di Be'er Sheva.
Lima hari kemudian, dua petugas polisi perbatasan tewas dalam serangan penembakan di Hadera. Pada tanggal 30 Maret, dua orang Israel, dua warga negara Ukraina, dan seorang polisi tewas dalam serangan penembakan di Bnei Brak.
Baca juga: Pria Bersenjata Api Bunuh 5 Orang di Pinggiran Tel Aviv
Sementara itu aksi kekerasan terakhir kali terjadi di Tel Aviv terjadi di Jalan Dizengoff pada tahun 2016 ketika dua orang tewas dan beberapa terluka dalam serangan penembakan di sebuah bar. Penyerang tewas beberapa hari kemudian setelah dia melarikan diri dari tempat kejadian.
Dilaporkan dari Yerusalem Barat, John Holman dari Al Jazeera mengatakan daerah di mana penembakan itu terjadi "penuh dengan bar dan kafe".
“Pasti ada beberapa orang yang keluar. Media lokal melaporkan bahwa ada dua pria bersenjata terpisah. Penembakan ini terjadi di berbagai lokasi. Tampaknya itu mirip dengan serangan, bukan penembakan kriminal,” kata Holman.
“Israel telah mengirim lebih banyak polisi, lebih banyak pasukan keamanan ke jalan-jalan, dan perdana menteri (Israel) mengatakan pada minggu lalu bahwa siapa pun yang memiliki lisensi senjata harus membawa senjata mereka. Ini adalah momen yang mereka persiapkan, terutama karena ini adalah awal bulan suci Ramadhan, yang sering membawa ketegangan di belahan dunia ini,” sambungnya.
Baca juga: Pasukan Israel Tewaskan 3 Warga Palestina dalam Baku Tembak di Tepi Barat
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett sedang memantau situasi dari markas militer Israel, yang juga di pusat kota Tel Aviv, kata kantornya.
Motif penembakan itu tidak diketahui secara jelas, tetapi ketegangan meningkat menyusul serangan baru-baru ini oleh warga Palestina yang menewaskan 11 orang di Israel.
Pada 22 Maret, empat orang Israel tewas dalam serangan penikaman di Be'er Sheva.
Lima hari kemudian, dua petugas polisi perbatasan tewas dalam serangan penembakan di Hadera. Pada tanggal 30 Maret, dua orang Israel, dua warga negara Ukraina, dan seorang polisi tewas dalam serangan penembakan di Bnei Brak.
Baca juga: Pria Bersenjata Api Bunuh 5 Orang di Pinggiran Tel Aviv
Sementara itu aksi kekerasan terakhir kali terjadi di Tel Aviv terjadi di Jalan Dizengoff pada tahun 2016 ketika dua orang tewas dan beberapa terluka dalam serangan penembakan di sebuah bar. Penyerang tewas beberapa hari kemudian setelah dia melarikan diri dari tempat kejadian.
Lihat Juga :