3 Negara di Dunia ini Pernah Melarang Warga Negaranya Puasa Ramadhan

Selasa, 05 April 2022 - 21:14 WIB
loading...
3 Negara di Dunia ini...
Polisi berpatroli di depan Masjid Id Kah di Kashgar, Wilayah Otonom Uighur Xinjiang, China, 3 Mei 2021. Foto/REUTERS/Thomas Peter
A A A
BEIJING - Umat Muslim di penjuru dunia sudah mulai melaksanakan Puasa Ramadhan sejak beberapa hari yang lalu.

Ibadah Puasa ini merupakan bentuk amalan dengan menahan lapar dan haus serta hawa nafsu, dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

Tak hanya di Indonesia, umat muslim di berbagai negara lain juga turut melangsungkan ibadah puasa Ramadhan.Walaupun berstatus minoritas di negara tertentu, mereka tetap menjalankan syariat agamanya dengan taat.

Namun, ternyata hidup sebagai umat minoritas tidak selalu terjamin keamanan dan kebebasan beribadah yang dimilikinya.Tercatat ada beberapa negara di dunia yang pernah melarang umat Islam melaksanakan ibadah puasa.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa negara yang pernah melarang warganya melaksanakan puasa Ramadhan.

1. China

China menjadi nama pertama dari negara yang pernah melarang warganya untuk melaksanakan puasa Ramadhan.

Larangan tersebut berhubungan dengan adanya konflik antara China dengan Etnis Uighur yang terjadi.

Dilansir Al Jazeera, China pernah melarang pegawai negeri sipil, pelajar, hingga guru di wilayah Xinjiang yang sebagian besar dihuni umat Muslim untuk melaksanakan puasa Ramadhan.

Tak hanya itu, pemerintah juga memerintahkan restoran yang ada untuk tetap membuka restorannya.

Dalam hal ini, Partai Komunis China yang berkuasa telah membatasi aktivitas umat muslim di Xinjiang yang menjadi hunian bagi etnis Uighur.

Setiap tahunnya, pelarangan umat muslim Uighur di Xinjiang untuk menjalankan puasa Ramadhan ini sebenarnya sudah mendapat banyak kritikan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Namun, China berdalih bahwa pihaknya hanya khawatir tentang ancaman teroris dan tindakan ekstremisme keagamaan.

2. Inggris

Inggris menjadi nama berikutnya dari negara yang pernah melarang warganya untuk melaksanakan puasa ramadhan.

Pada tahun 2015, beberapa sekolah dasar di London melarang para siswanya yang beragama Islam untuk melaksanakan puasa Ramadhan. Hal tersebut dikarenakan mereka khawatir tentang kesehatan siswa-siswanya.

Dilansir The Washington Post, Barclay School dan beberapa sekolah lainnya mengirim surat kepada para orang tua siswa yang berisi pada Ramadhan besok akan datang musim terpanas serta sekolah juga akan sibuk dengan beberapa penambahan ekstrakurikuler dan acara lainnya.

Dalam hal ini, pihak sekolah tidak mengizinkan para siswa yang datang ke sekolah untuk berpuasa karena mengkhawatirkan keamanan dan kesehatan para siswanya.

Larangan tersebut sontak mendapat kritikan dari komunitas Muslim Inggris, seperti Asosiasi Muslim Inggris yang mengatakan Islam memiliki aturan ketat untuk melindungi anak-anaknya selama puasa Ramadhan tanpa bantuan pihak sekolah sekalipun.

3. Myanmar

Selain China dan Inggris, Myanmar juga pernah melarang warganya melaksanakan puasa Ramadhan.

Dalam hal ini, umat muslim di Myanmar, khususnya Rohingya memang kerap mendapat tekanan dari pihak terkait. Tak terkecuali saat mereka akan beribadah sekalipun.

Dilansir Asia News, pasukan keamanan Myanmar melarang etnis Rohingya beribadah di masjid yang ada pada seluruh negara bagian Rakhine. Larangan ini dimulai dari awal bulan puasa Ramadhan hingga Idul Fitri.

Beberapa saksi mengatakan beberapa pasukan penjaga menyegel enam masjid dan mengancam akan menembak atau menangkapnya apabila ada yang berani berdoa di masjid tersebut.

Selain itu, pejabat pemerintah pun melarang etnis Rohingya untuk ikut dalam sholat Idul Fitri.

Human Rights Watch menyebut situasi ini sebagai penganiayaan yang disponsori negara terhadap etnis Rohingya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved