AS Jual 8 Jet Tempur F-16 Rp23,9 T ke Bulgaria di Tengah Perang Ukraina
Selasa, 05 April 2022 - 10:17 WIB
loading...
Amerika Serikat sepakat menjual 8 jet tempur F-16 dan belasan rudal canggih dengan total Rp23,9 triliun. Penjualan peralatan tempur ini disepakati di tengah perang Rusia di Ukraina. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sepakat menjual delapan unit jet tempur F-16 dan belasan rudal canggih ke Bulgaria di tengah perang Rusia di Ukraina .
Nilai kesepakatan itu sebesar USD1,6 miliar (lebih dari Rp23,9 triliun).
“Departemen Luar Negeri telah membuat keputusan yang menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada Pemerintah Bulgaria untuk pesawat F-16 C/D Block 70 dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya USD1,673 miliar,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Pentagon, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/4/2022), mengatakan kesepakatan ini tidak terkait dengan invasi Rusia terhadap Ukraina.
Baca juga: AS: Rusia Ubah Taktik Perang, Banjiri Ukraina Timur dengan Puluhan Ribu Tentara
Namun, Pentagon menyatakan peralatan tempur tersebut akan membantu keamanan negara sekutu NATO.
"Penjualan semacam itu akan mendukung kebijakan luar negeri AS dan tujuan keamanan nasional dengan membantu meningkatkan keamanan sekutu NATO yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa," lanjut Pentagon.
Nilai kesepakatan itu sebesar USD1,6 miliar (lebih dari Rp23,9 triliun).
“Departemen Luar Negeri telah membuat keputusan yang menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada Pemerintah Bulgaria untuk pesawat F-16 C/D Block 70 dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya USD1,673 miliar,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Pentagon, seperti dikutip Reuters, Selasa (5/4/2022), mengatakan kesepakatan ini tidak terkait dengan invasi Rusia terhadap Ukraina.
Baca juga: AS: Rusia Ubah Taktik Perang, Banjiri Ukraina Timur dengan Puluhan Ribu Tentara
Namun, Pentagon menyatakan peralatan tempur tersebut akan membantu keamanan negara sekutu NATO.
"Penjualan semacam itu akan mendukung kebijakan luar negeri AS dan tujuan keamanan nasional dengan membantu meningkatkan keamanan sekutu NATO yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa," lanjut Pentagon.
Lihat Juga :