AS: Rusia Ubah Taktik Perang, Banjiri Ukraina Timur dengan Puluhan Ribu Tentara
Selasa, 05 April 2022 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Invasi Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dimulai pada 24 Februari, adalah yang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Rusia menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan melindungi warga sipil.
Sullivan mengatakan pemerintahan Biden akan mengumumkan bantuan militer baru untuk Ukraina dalam beberapa hari mendatang.
Dia mengatakan sanksi lebih lanjut terhadap sektor energi Rusia sedang dibahas dalam pembicaraan dengan sekutu Eropa.
Sullivan mengatakan fase berikutnya mungkin berlarut-larut dengan pasukan Rusia melebihi jumlah pasukan Ukraina.
Menurutnya, Moskow kemungkinan akan berusaha untuk mengendalikan petak yang jauh lebih luas di Ukraina timur daripada yang dikendalikan oleh separatis sebelum invasi.
Di selatan, Rusia kemungkinan akan berusaha untuk menahan kota Kherson untuk mengontrol aliran air ke Crimea, wilayah yang dicaploknya pada tahun 2014.
Rusia menyebutnya sebagai “operasi militer khusus” yang bertujuan melindungi warga sipil.
Sullivan mengatakan pemerintahan Biden akan mengumumkan bantuan militer baru untuk Ukraina dalam beberapa hari mendatang.
Dia mengatakan sanksi lebih lanjut terhadap sektor energi Rusia sedang dibahas dalam pembicaraan dengan sekutu Eropa.
Sullivan mengatakan fase berikutnya mungkin berlarut-larut dengan pasukan Rusia melebihi jumlah pasukan Ukraina.
Menurutnya, Moskow kemungkinan akan berusaha untuk mengendalikan petak yang jauh lebih luas di Ukraina timur daripada yang dikendalikan oleh separatis sebelum invasi.
Di selatan, Rusia kemungkinan akan berusaha untuk menahan kota Kherson untuk mengontrol aliran air ke Crimea, wilayah yang dicaploknya pada tahun 2014.
Lihat Juga :