Tentara Rusia Dituduh Bantai 57 Warga Sipil di Bucha Ukraina, Mayat-mayat Berserakan
Senin, 04 April 2022 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa mayat disembunyikan dalam kantong mayat zip-up hitam sementara yang lain mengenakan pakaian sipil.
Seorang penasihat senior Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, mem-posting gambar mengejutkan serupa dari mayat dari Bucha ke Twitter.
“Wilayah Kiev. Neraka abad ke-21,” tulisnya.
“Mayat laki-laki dan perempuan, yang dibunuh dengan tangan terikat. Kejahatan terburuk Nazisme telah kembali ke Uni Eropa," lanjut dia.
“Ini sengaja dilakukan oleh Rusia.”
Sementara itu Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan: “Apa yang terjadi di Bucha dan pinggiran kota Kiev lainnya hanya dapat digambarkan sebagai genosida.
“Kejahatan perang yang kejam yang menjadi tanggung jawab Putin di sana–warga sipil ditembak dengan tangan dibalut.”
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa tuduhan kejahatan tentara Rusia terhadap warga sipil harus diungkap.
“Kita harus menjelaskan kejahatan yang dilakukan oleh tentara Rusia ini,” kata Scholz dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa para pelaku harus bertanggung jawab dan organisasi internasional diberikan akses ke wilayah tersebut untuk mendokumentasikan kekejaman ini.
Seorang penasihat senior Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, mem-posting gambar mengejutkan serupa dari mayat dari Bucha ke Twitter.
“Wilayah Kiev. Neraka abad ke-21,” tulisnya.
“Mayat laki-laki dan perempuan, yang dibunuh dengan tangan terikat. Kejahatan terburuk Nazisme telah kembali ke Uni Eropa," lanjut dia.
“Ini sengaja dilakukan oleh Rusia.”
Sementara itu Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan: “Apa yang terjadi di Bucha dan pinggiran kota Kiev lainnya hanya dapat digambarkan sebagai genosida.
“Kejahatan perang yang kejam yang menjadi tanggung jawab Putin di sana–warga sipil ditembak dengan tangan dibalut.”
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa tuduhan kejahatan tentara Rusia terhadap warga sipil harus diungkap.
“Kita harus menjelaskan kejahatan yang dilakukan oleh tentara Rusia ini,” kata Scholz dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa para pelaku harus bertanggung jawab dan organisasi internasional diberikan akses ke wilayah tersebut untuk mendokumentasikan kekejaman ini.
(min)
Lihat Juga :