Kremlin: Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Harus Dilanjutkan

Minggu, 03 April 2022 - 15:10 WIB
loading...
Kremlin: Pembicaraan...
Kremlin: Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Harus Dilanjutkan. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Pembicaraan Rusia dengan Ukraina yang "bermusuhan" tidak mudah, tetapi yang utama adalah bahwa pembicaraan harus terus berlanjut, lapor kantor berita RIA mengutip juru bicara Kremlin , Dmitry Peskov, Sabtu (2/4/2022).

“Ukraina adalah negara yang sangat sulit, sangat sulit bagi kami. Dalam keadaannya saat ini, itu memusuhi kami,” kata Peskov. Rusia dan Ukraina telah mengadakan beberapa putaran negosiasi, baik di Turki maupun melalui konferensi video.

Baca: Rusia: Eropa Harus Disadarkan dari Pengaruh AS

“Yang utama adalah pembicaraan berlanjut, baik di Istanbul atau di tempat lain,” tambah Peskov, seraya menambahkan bahwa negosiasi itu “tidak mudah”. Menurut Peskov, Rusia ingin melanjutkan pembicaraan di negara tetangga Belarusia, tetapi Kiev menentang gagasan itu.

Peskov mengatakan, Moskow telah meluncurkan invasi untuk "menyelamatkan" dua wilayah timur yang direbut oleh separatis yang didukung Rusia pada tahun 2014. Peskov juga mengatakan, dia percaya bahwa bahasa Rusia akan dikembalikan ke tempat yang seharusnya di negara itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, "operasi khusus" Rusia di Ukraina diperlukan "untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran intimidasi dan genosida". Yang dimaksud dengan ini adalah mereka yang bahasa pertamanya atau satu-satunya adalah bahasa Rusia.

Sementara itu, Ukraina mengatakan pada Sabtu, bahwa pihaknya telah merebut kembali semua daerah di sekitar Kiev. Ukraina juga mengklaim kendali penuh atas wilayah ibu kota untuk pertama kalinya sejak Rusia melancarkan invasi.

Baca: Kremlin: Menyerang Belarusia Sama dengan Menyerang Rusia

Saat pasukan Rusia berkumpul kembali untuk pertempuran di timur, daerah utara Kiev dipenuhi dengan tank Rusia yang hancur. Penasihat presiden Ukraina Okeksiy Arestovych mengatakan pasukannya telah merebut kembali lebih dari 30 kota dan desa sejak Rusia mundur dari daerah itu minggu ini.

Rusia telah menggambarkan penarikan pasukannya di dekat Kiev sebagai isyarat niat baik dalam pembicaraan damai, yang terakhir diadakan pada hari Jumat. Ukraina dan sekutunya mengatakan Rusia terpaksa mengalihkan fokusnya ke Ukraina timur setelah menderita kerugian besar di dekat Kiev.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina, Hanna Malyar, menulis di Facebook bahwa "seluruh wilayah Kyiv dibebaskan dari penjajah." Tidak ada komentar langsung dari Rusia atas klaim tersebut, yang tidak dapat segera diverifikasi oleh Reuters.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved