Sejarah Terbentuknya NATO, Bermula Sejak Berakhirnya Perang Dunia II
Sabtu, 02 April 2022 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Uni Soviet juga mendominasi dan memegang kendali negara Eropa tengah dan timur. Pada Februari 1948, Partai Komunis Cekoslowakia menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis di negara itu.
Sementara di Jerman, Uni Soviet memblokade Berlin Barat dari negara sekutu Barat, sebagai upaya mengambil ibu kota Jerman.
Uni Soviet memblokir sejumlah perjalanan darat seperti jalan dan kereta api di Berlin. Dampaknya, masyarakat Jerman menjadi korban kelaparan.
Merespons hal ini, sekutu Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengirimkan pasokan makanan dan obat-obatan. Tindakan bantuan negara sekutu Barat itu dikenal dengan “Berlin Airlift”.
Amerika Serikat kemudian mengeluarkan Marshall Plan sebagai program pemulihan ekonomi Eropa pasca Perang Dunia II, sekaligus mengurangi pengaruh partai komunis.
Namun, negara-negara Eropa membutuhkan organisasi yang menjamin keamanan mereka untuk melakukan aktivitas antarnegara.
Hal inilah yang melatarbelakangi beberapa negara demokrasi Eropa Barat untuk berkumpul membuat kerja sama militer dan pertahanan kolektif yang lebih besar.
Setelah mengadakan diskusi dan perdebatan, Perjanjian Atlantik Utara ditandatangani pada 4 April 1949.
Perjanjian keamanan Atlantik Utara ini diyakini bisa mencegah agresi Uni Soviet sekaligus membendung kebangkitan komunisme di Eropa.
Sementara di Jerman, Uni Soviet memblokade Berlin Barat dari negara sekutu Barat, sebagai upaya mengambil ibu kota Jerman.
Uni Soviet memblokir sejumlah perjalanan darat seperti jalan dan kereta api di Berlin. Dampaknya, masyarakat Jerman menjadi korban kelaparan.
Merespons hal ini, sekutu Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengirimkan pasokan makanan dan obat-obatan. Tindakan bantuan negara sekutu Barat itu dikenal dengan “Berlin Airlift”.
Amerika Serikat kemudian mengeluarkan Marshall Plan sebagai program pemulihan ekonomi Eropa pasca Perang Dunia II, sekaligus mengurangi pengaruh partai komunis.
Namun, negara-negara Eropa membutuhkan organisasi yang menjamin keamanan mereka untuk melakukan aktivitas antarnegara.
Hal inilah yang melatarbelakangi beberapa negara demokrasi Eropa Barat untuk berkumpul membuat kerja sama militer dan pertahanan kolektif yang lebih besar.
Setelah mengadakan diskusi dan perdebatan, Perjanjian Atlantik Utara ditandatangani pada 4 April 1949.
Perjanjian keamanan Atlantik Utara ini diyakini bisa mencegah agresi Uni Soviet sekaligus membendung kebangkitan komunisme di Eropa.
Lihat Juga :