Berpidato di Forum Ekonomi-Iklim Turki, Megawati Bawa Kearifan Lokal Indonesia

Kamis, 31 Maret 2022 - 18:04 WIB
loading...
Berpidato di Forum Ekonomi-Iklim...
Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, berpidato di Forum Ekonomi-Iklim Turki. Foto/KBRI Ankara
A A A
ANKARA - Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pidato mengenai ekonomi dan perubahan iklim di forum Eco-Climate Summit di Congresium, Ankara, Turki 30-31 Maret 2022.

Di forum yang mengusung tema “Membangun Peradaban Baru Berwawasan Iklim (A New Climate-Friendly Civilization)” tersebut, Megawati mengingatkan dunia mengenai iklim yang nyata dan sudah sampai ke tahap yang mengancam kelangsungan umat manusia serta kebutuhan yang sangat mendesak untuk kolaborasi pada skala global guna mengatasinya.

“Prinsip Tanggung Jawab Bersama Namun Berbeda (Common but Differentiated Responsibilitie) sudah disepakati sejak Protokol Kyoto 1997, namun implementasi masih menjadi tanda tanya besar karena kompromi dan adu argument”, ujar Megawati.



“Memecahkan masalah iklim (climate crisis) juga harus menjawab pertanyaan tentang keadilan iklim (climate justice)….negara-negara industri maju harus menanggung beban utama dalam mengurangi krisis iklim," imbuhnya.

Megawati juga menawarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasar Negara Pancasila serta berbagai kearifan lokal dari berbagai budaya di Indonesia sebagai solusi guna mencegah dan memitigasi perubahan iklim global.

Baca juga: Paviliun Indonesia Pamerkan Ragam Kopi Nusantara di Coffex Istanbul 2022

"Indonesia sejak lama telah memiliki berbagai filososi dalam melestarikan lingkungan hidup, yang salah satunya tercermin dalam budaya jawa melalui frasa Memayu Hayuning Bawana yang memiliki arti memperindah alam semesta yang sudah indah...atau Nyepi di Bali yang memberi jeda rehat buat alam semesta," terang Megawati.

Megawati, yang hadir secara daring, menyampaikan pidatonya pada sesi Pemimpin Dunia (World Leaders) bersama sejumlah mantan kepala negara dan kepala pemerintahan antara lain President Colombia Andres Pastrana, Presiden Macedonia Gjorge Ivanov, PM Nepal Madav Kumar Nepal, Presiden Meksiko Felipe Calderon serta Wakil PM Kanada, Sheila Copps.

"Konsep perlunya jeda rehat (resting period) bagi alam semesta yang disampaikan Ibu Megawati menjadi perhatian dalam sesi-sesi diskusi selama berlangsungnya forum. Beberapa peserta juga menimpali bahwa puasa Ramadhan jika diterapkan secara utuh juga dapat menjadi jeda rehat bagi alam semesta," ujar Dion Swasono, Minister Counsellor Politik KBRI Ankara, yang menghadiri acara tersebut, dalam keterangan tertulis KBRI Ankara, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Terbaik di Kelasnya, Tank Canggih Buatan Indonesia-Turki Selesai Produksi Perdana

Eco-Climate Summit di selenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Ankara. Kegiatan ini bertujuan untuk mengarusutamakan pengembangan industri yang berwawasan perubahan iklim melalui konversi sumber energi, konservasi lingkungan dan membangun ekosistem industri yang kondusif bagi ekonomi sirkular.

Forum ini merupakan ajang diskusi serta bertukar pengalaman dalam isu perubahan iklim terbesar di kawasan Balkan dan Asia Tengah. Forum ini sebagian besari dihadiri oleh kalangan masyarakat madani, dunia usaha dan akademisi.

Baca juga: Dari Kopi Hingga Rendang Jengkol Indonesia Hadir Dalam Food Expo Terbesar di Denmark
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved