Perang Ukraina Picu Krisis Pangan, PBB: Terburuk Sejak Perang Dunia II
Rabu, 30 Maret 2022 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Beasley memperingatkan bahwa fokus pada Ukraina seharusnya tidak membuat komunitas internasional mengabaikan Afrika, terutama wilayah Sahel, dan Timur Tengah.
"Jika tidak, Anda akan memiliki migrasi besar-besaran yang datang ke seluruh bagian Eropa," ia memperingatkan.
“Jika kita mengakhiri konflik, memenuhi kebutuhan, kita dapat menghindari kelaparan, destabilisasi negara, dan migrasi massal,” katanya.
“Tetapi jika tidak, dunia akan membayar harga yang mahal dan hal terakhir yang ingin kami lakukan karena Program Pangan Dunia adalah mengambil makanan dari anak-anak yang kelaparan untuk diberikan kepada anak-anak yang kelaparan,” pungkasnya.
Baca juga: Wanita Tewas di Kompleks Militer Ukraina dengan Ukiran Swastika di Perut
"Jika tidak, Anda akan memiliki migrasi besar-besaran yang datang ke seluruh bagian Eropa," ia memperingatkan.
“Jika kita mengakhiri konflik, memenuhi kebutuhan, kita dapat menghindari kelaparan, destabilisasi negara, dan migrasi massal,” katanya.
“Tetapi jika tidak, dunia akan membayar harga yang mahal dan hal terakhir yang ingin kami lakukan karena Program Pangan Dunia adalah mengambil makanan dari anak-anak yang kelaparan untuk diberikan kepada anak-anak yang kelaparan,” pungkasnya.
Baca juga: Wanita Tewas di Kompleks Militer Ukraina dengan Ukiran Swastika di Perut
(ian)
Lihat Juga :