Gedung Putih: Jangan Tertipu, Pasukan Rusia Bukan Mundur Tapi Dipindahkan

Rabu, 30 Maret 2022 - 07:02 WIB
loading...
Gedung Putih: Jangan...
Direktur komunikasi Gedung Putih, Kate Bedingfield. Foto/Washington Examiner
A A A
WASHINGTON - Direktur komunikasi Gedung Putih , Kate Bedingfield, mengatakan bahwa pemerintahan Biden memandang pasukan Rusia bergerak menjauh dari Ibu Kota Ukraina , Kiev, sebagai penempatan kembali daripada penarikan langsung.

Pada konferensi pers, Bedingfieldsenada dengan retorika dari Departemen Pertahanan yang menguraikan bahwa Amerika Serikat (AS) akanmemperhatikandan melihat jika tindakan Rusia sesuai dengan kata-katanya mengenai pasukannya di Ukraina.

"Tidak ada yang boleh tertipu oleh pengumuman Rusia," katanya.



"Kami percaya setiap pergerakan pasukan dari sekitar Kiev adalah pemindahan dan bukan penarikan, dan dunia harus bersiap untuk serangan besar-besaran terhadap wilayah lain di Ukraina," sambungnya.

"Semua orang harus berharap bahwa kita akan terus melihat serangan di seluruh Ukraina," lanjut Bedingfield.

"Jelas, pesan utama yang disampaikan presiden dalam perjalanannya ke Eropa minggu lalu adalah bahwa kita berada dalam kerja keras yang panjang, bahwa sekutu dan mitra kita harus tetap ada, bahwa tekad kita perlu tetap kuat, dan bahwa kita perlu terus menjalankan strategi yang menimbulkan biaya signifikan pada ekonomi Rusia dan, sekali lagi, memperkuat Ukraina di medan perang dan di meja perundingan," tuturnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Rabu (30/3/2022).

Menyusul laporan penarikan pasukan Rusia dari Kiev Senin pagi, pasukan pertahanan Ukraina mengumumkan bahwa militer Rusia telah melipatgandakan upaya untuk menerobos pos pemeriksaan keamanan di sekitar ibu kota negara itu.

Baca juga: Ukraina Tawarkan Status Netral dengan Imbalan Jaminan Keamanan

Rusia "secara drastis" telah mengurangi aktivitas militernya di dekat Kiev dan Chernigov ketika pembicaraan dengan Ukraina memasuki tahap "praktis." Hal itu diumumkan langsung Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin.

Berbicara kepada pers setelah pembicaraan dengan delegasi Ukraina, Fomin mengatakan bahwa keputusan telah dibuat untuk secara drastis, dalam beberapa kali, mengurangi aktivitas militer pada pendekatan ke Kiev dan Chernigov.

Dia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena fakta bahwa negosiasi tentang persiapan kesepakatan terkait netralitas dan status non-nuklir Ukraina, serta tentang penyediaan jaminan keamanan ke Ukraina memasuki "fase praktis.”

"Pengurangan aktivitas pasukan Rusia siap untuk meningkatkan rasa saling percaya dan untuk menciptakan kondisi yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut dari negosiasi dan pencapaian tujuan akhir untuk menyetujui dan menandatangani perjanjian," kata Fomin.

Baca juga: Rusia Secara Drastis Hentikan Aktivitas Militer Dekat Kiev
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Ini Penjelasan Warna...
Ini Penjelasan Warna Singa Putih Ternyata Bukan Albino
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved