Ledakan Hebat Guncang Rusia, Diklaim sebagai Serangan Rudal Ukraina

Rabu, 30 Maret 2022 - 05:05 WIB
loading...
Ledakan Hebat Guncang...
Ledakan hebat mengguncang wilayah Belgorod, Rusia. Media Ukraina klaim itu disebabkan oleh serangan rudal militer Kyiv yang targetkan gudang amunisi Rusia. Foto/Mail Online
A A A
BELGOROD - Ledakan hebat mengguncang desa kecil di selatan kota Belgorod, Rusia , pada Selasa malam. Sumber di Ukraina mengeklaim ledakan yang menerangi langit wilayah itu disebabkan oleh serangn rudal balistik militer Kyiv yang menargetkan gudang amunisi.

Meskipun tidak ada laporan tentang korban sipil, empat tentara Rusia dilaporkan terluka dalam ledakan itu.

Video ledakan pertama, diikuti oleh ledakan sekunder, mulai beredar secara online pada Selasa malam waktu setempat.

Laporan awal berspekulasi bahwa seseorang di depot senjata salah menangani amunisi. Namun, media Ukraina segera mengeklaim bahwa Brigade Rudal ke-19 militer mereka telah menembakkan rudal balistik taktis Tochka-U ke gudang senjata Rusia.

Baca juga: Militer Israel Terkejut Lihat Perang Rusia di Ukraina

Kepala daerah setempat, Vyacheslav Gladkov, mengatakan kepada media Rusia bahwa ledakan itu terjadi di desa kecil Red October, sekitar setengah jalan antara Belgorod dan perbatasan Ukraina.

“Tidak ada korban jiwa di antara warga, dan tidak ada kerusakan di desa tersebut. Layanan darurat berada di tempat kejadian. Kami akan mengetahui penyebab kejadiannya nanti," kata Gladkov dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Russia Today.

Ledakan sekunder dilaporkan berhenti setelah sekitar setengah jam.

"Empat prajurit terluka ketika sebuah proyektil menghantam sebuah instalasi militer di wilayah Belgorod," tulis kantor berita TASS di Rusia, Rabu (30/3/2022).

Serangan itu terjadi setelah Rusia mengumumkan akan secara drastis mengurangi aktivitas militernya di Ukraina utara, termasuk di dekat Kyiv dan Chernigov, sebagai tanda itikad baik untuk pembicaraan damai dengan Ukraina.

Delegasi dari kedua belah pihak bertemu di Istanbul, Turki, sebelumnya pada hari Selasa dan menetapkan parameter mereka untuk negosiasi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan kepada wartawan bahwa tujuan utama dari operasi militer telah tercapai dan sekarang akan fokus pada “pembebasan Donbass", mengacu pada dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina dan telah diakui Moskow sebagai dua negara merdeka.

Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kyiv untuk menerapkan ketentuan Perjanjian Minsk dan mengakhiri konflik dengan wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri dari pemerintah Ukraina di Kyiv.

Rusia menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin Amerika Serikat.

Kyiv menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali dua republik di Donbass dengan paksa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
Prancis Juara Grup I,...
Prancis Juara Grup I, Senegal Pesta Gol ke Gawang Irak
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved