4 Negara yang Tidak Mengakui Israel, Nomor 2 Empatinya Tinggi pada Palestina

Senin, 28 Maret 2022 - 18:00 WIB
loading...
4 Negara yang Tidak...
Seorang warga mengibarkan bendera Israel di gerbang Damaskus, pinggiran Kota Tua Yerusalem. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Hingga detik ini, Israel masih juga melakukan serangan terhadap Palestina dan ingin menguasai wilayah tersebut.

Melansir data World Population Review, ada 31 negara pada tahun 2022 yang tidak mengakui adanya Israel. Berikut informasi lengkapnya.

1. Arab Saudi

Arab Saudi merupakan satu dari puluhan negara yang tidak mengakui keberadaan Israel. Melansir laman National Interest, Abdallah al-Mouallimi yang merupakan Duta Besar Arab Saudi untuk PBB pernah mengutarakan pendapatnya di tahun 1967.

Ia menyatakan Saudi akan mengakui Israel dan menjalin hubungan kerja sama dengan negara itu jika Israel pergi dari wilayah yang sudah dikuasainya (Palestina).

Keberadaan Israel tidak diakui negara-negara Muslim usai meledaknya Perang Enam Hari pada 5-10 Juni 1967.

Satu resolusi disepakati dan menyatakan tidak ada pengakuan atas Israel, tidak ada perdamaian dengan Israel, dan tidak ada negosiasi dengan Israel.

2. Indonesia

Negara selanjutnya yang tidak mengakui keberadaan Israel dan enggan membuka hubungan diplomatik adalah Indonesia.

Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, sebagaimana melansir Okezone (25 Desember 2020) mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Selama Israel masih menjajah Palestina, maka hal itu tidak akan terwujud, sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 berbunyi “penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Ditambah, masyarakat Indonesia juga memiliki kedekatan emosional yang tinggi terhadap warga Palestina.

Rakyat Indonesia terkenal memiliki empati yang tinggi terhadap penderitaan rakyat Palestina. Rakyat Indonesia pun kerap menggelar penggalangan dana untuk Palestina.

Indonesia bahkan mendirikan salah satu rumah sakit terbesar di wilayah Palestina untuk membantu meringankan beban warga yang masih ditindas Israel.

3. Lebanon

Lebanon juga diketahui tidak mengakui keberadaan Israel sebagai negara. Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati berjanji akan membuka hubungan kerja sama dan bekerja dengan negara mana pun, kecuali Israel.

Hal itu ia sampaikan pada September 2021 ketika krisis ekonomi tengah terjadi. Mikati berbicara di depan umum sambil menahan air matanya dan menjelaskan bahwa ia tidak tahan melihat para ibu di Lebanon kesulitan mendapat makanan untuk anak-anaknya.

Maka dari itu, Mikati menekankan bahwa pemerintah akan melakukan apa saja dan melakukan kerja sama dengan negara manapun. Satu hal yang ia tegaskan, Lebanon tidak ingin bekerja sama dengan Israel.

4. Malaysia

Malaysia enggan mengakui Israel dan mengimbau seluruh masyarakat Muslim di dunia menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hal itu disampaikan Najib Razak saat menjabat Perdana Menteri Malaysia pada 2017. Ia mengajak masyarakat Muslim dunia menolak keputusan Amerika Serikat terkait diakuinya Yerusalem menjadi ibu kota Israel.

Ia juga menyampaikan kekecewaan Malaysia terhadap AS. Padahal, selama ini Malaysia dan AS memiliki hubungan kerja sama.

Pengakuan atas Yerusalem itu dikhawatirkan mengakhiri langkah yang dilakukan demi kemerdekaan Palestina.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved