Ribuan Warga Rusia di Praha Gelar Demo Menentang Putin

Minggu, 27 Maret 2022 - 16:42 WIB
loading...
Ribuan Warga Rusia di...
Ribuan Warga Rusia di Praha Gelar Demo Menentang Putin. FOTO/Reuters
A A A
PRAHA - Ribuan pengunjuk rasa, yang sebagian besar adalah warga Rusia berunjuk rasa melawan Presiden Vladimir Putin di Praha tengah, Sabtu (26/3/2022). Demonstran menyerukan agar Putin menghentikan perang di Ukraina.

Menurut penyelenggara demo, sekitar 5.000 orang meneriakkan "Rusia tanpa Putin", "Kebebasan untuk Rusia, perdamaian untuk Ukraina" dan "Putin bukan Rusia" saat mereka berbaris melalui pusat bersejarah Praha.

Baca: Usai Bertemu Pengungsi Ukraina, Biden Sebut Putin Tukang Jagal

"Republik Ceko adalah rumah bagi 40.000 orang Rusia dan sampai sekarang orang Rusia ini tidak dikenal oleh orang Ceko," kata penyelenggara demo, Anton Litvin kepada AFP.

"Kami ingin menunjukkan bahwa warga Rusia yang tinggal di sini menentang Putin, melawan perang, bahwa mereka mendukung Ukraina," tambah seniman dan aktivis, yang telah tinggal di Praha selama sepuluh tahun itu.

"Rusia di sini bukan Putinis, mereka orang Eropa," kata Litvin, memegang salah satu dari banyak bendera biru-putih yang dibawa oleh para pengunjuk rasa. Dia menjelaskan itu sebenarnya tiga warna Rusia merah, biru dan putih yang disesuaikan untuk acara tersebut.

"Kami tidak ingin garis merah yang melambangkan darah, jadi kami memotongnya. Sekarang hanya salju putih dan langit biru cerah," kata Litvin.

Baca: Biden Sebut Putin Jagal, Ketua Duma: Perilaku Orang Sakit

Spanduk yang dibawa oleh para pengunjuk rasa meminta Rusia untuk "mengangkat suara mereka dan melawan musuh yang sebenarnya, bukan Ukraina" dan melabeli Putin sebagai pembunuh.

Berbaris di tengah Wenceslas Square, pengunjuk rasa juga meminta Putin untuk membebaskan tahanan politik, termasuk pengkritiknya Alexei Navalny, yang dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara awal pekan ini.

"Setiap manusia yang berpikir jernih harus melawan Putin," kata Peter Bankov, seorang desainer kelahiran Belarus, yang tinggal di Moskow sebelum pindah ke Praha.

"Setiap tindakan baik buruk atau baik dan memiliki penulisnya, dan kali ini kejahatan memiliki penulis yang jelas. Itu sebabnya saya menentang Putin," tambahnya.

Baca: Gara-gara Pernyataan Biden Soal Putin, Gedung Putih Sibuk Beri Klarifikasi

Olga Buzenkova, seorang pengusaha yang pindah dari Moskow ke Praha hanya setahun yang lalu, berhasil setengah kalimat sebelum dia menangis.

"Kami menentang perang, melawan Putin, melawan apa yang dilakukan tentara Rusia, melawan pembunuhan," katanya sambil terisak, menambahkan perang telah menghancurkan hidupnya.

"Itu mengubah segalanya," kata Buzenkova kepada AFP, menyebutkan kerabatnya yang sudah lanjut usia dari Ukraina yang harus meninggalkan ibu kota Kyiv menuju Cologne.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Berita Terkini
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved