Beijing: Klaim NATO Soal China Dukung Rusia adalah Disinformasi

Jum'at, 25 Maret 2022 - 09:40 WIB
loading...
Beijing: Klaim NATO...
Beijing: Klaim NATO Soal China Dukung Rusia adalah Disinformasi. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Beijing menuduh kepala NATO "menyebarkan disinformasi", dengan tudingan bahwa China telah mendukung perang Rusia melawan Ukraina. Tudingan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional agar China menjauhkan diri dari Moskow.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg pada hari Rabu menuduh China memberikan dukungan politik ke Rusia saat menginvasi Ukraina dengan "menyebarkan kebohongan terang-terangan", dan memperingatkan Beijing agar tidak memberikan dukungan material untuk upaya perang Moskow.

Baca: NATO Tuding China Dukung Rusia dengan Cara Ini

“China harus memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, menahan diri dari mendukung upaya perang Rusia, dan bergabung dengan seluruh dunia dalam menyerukan diakhirinya perang ini dengan segera dan damai," kata Stoltenberg, seperti dikutip dari AFP.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan, menuduh China menyebarkan informasi palsu tentang Ukraina itu sendiri bisa dikatakan menyebarkan disinformasi".

"Posisi China konsisten dengan keinginan sebagian besar negara, setiap tuduhan dan kecurigaan yang tidak beralasan terhadap China akan dikalahkan," kata Wenbin pada pengarahan rutin, Kamis (24/3/2022).

Baca: Ukraina Desak China Mainkan Peran Nyata untuk Hentikan Perang

"Kami selalu mempertahankan bahwa Ukraina harus menjadi jembatan antara Timur dan Barat, daripada berada di garis depan dalam pertandingan antara kekuatan besar," lanjutnya.

Dalam satu bulan, perang Rusia-Ukraina telah menciptakan lebih dari 3,6 juta pengungsi dan menyebabkan lebih dari 970 kematian warga sipil, menurut angka PBB. Invasi Rusia ke Ukraina juga memprovokasi rentetan sanksi internasional terhadap Rusia yang telah melumpuhkan ekonominya.

Para pejabat AS menuduh China mengisyaratkan "kesediaan" untuk memberikan bantuan militer dan ekonomi ke Rusia, dan mengatakan mereka akan "mengawasi dengan cermat" untuk melihat apakah Beijing mengirimkan senjata.

Baca: China Bangun Pangkalan Pertama di Pasifik, Aliansi dengan Kepulauan Solomon

"China telah memberi Rusia dukungan politik, termasuk dengan menyebarkan kebohongan terang-terangan dan informasi yang salah, dan sekutu khawatir bahwa China dapat memberikan dukungan material untuk invasi Rusia," urai Stoltenberg.

Beijing telah mengatakan bersedia untuk memainkan peran lebih dalam upaya mediasi gencatan senjata, tetapi sejauh ini belum berkomitmen untuk mengadakan pembicaraan damai.

China telah menolak untuk mengutuk sekutu dekat mereka, Rusia, atas invasi berdarah ke Ukraina. China juga tertinggal dari banyak negara lain dalam memberikan bantuan kemanusiaan ke negara yang dilanda perang.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved