NATO: Putin Buat Kesalahan Besar Serang Ukraina

Jum'at, 25 Maret 2022 - 01:13 WIB
loading...
NATO: Putin Buat Kesalahan...
Sekjen NATO Jens Stoltenberg menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin membuat kesalahan besar dengan menyerang Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Jens Stoltenberg menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin membuat "kesalahan besar" dengan menginvasi Ukraina , ketika para pemimpin Barat berkumpul untuk membahas perombakan pertahanan wilayah timur aliansi itu.

“Presiden Putin telah membuat kesalahan besar dan itu adalah meluncurkan perang melawan negara berdaulat yang merdeka. Dia telah meremehkan kekuatan rakyat Ukraina, keberanian rakyat Ukraina dan angkatan bersenjata mereka," kata Stoltenberg menjelang pertemuan puncak NATO di Brussels, Belgia seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (25/3/2022).

Stoltenberg mengatakan para pemimpin aliansi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) akan mengatasi perlunya pengaturan ulang pencegahan dan pertahanan NATO dalam jangka panjang, dimulai dengan menyetujui penempatan baru ke anggota Eropa timur macam Rumania, Hongaria, Slovakia dan Bulgaria.



NATO telah mengerahkan puluhan ribu tentara ke sisi timurnya setelah invasi Rusia untuk melawan ancaman limpahan dari konflik ke negara-negara aliansi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang negaranya tidak tergabung dalam NATO, akan meminta lebih banyak senjata dan intervensi yang lebih besar dalam pidato video kepada para pemimpin saat ia berusaha membujuk Barat agar memberikan respons yang lebih keras.

“Kami menunggu langkah-langkah yang berarti. Dari NATO, Uni Eropa dan G7,” kata Zelensky menjelang hari pertemuan puncak ketiga organisasi di Brussels.

Baca juga: Rusia Siap Gunakan Senjata Nuklir, Ini Reaksi Bos NATO

“Di tiga (pertemuan) puncak ini kita akan melihat: Siapa teman, siapa mitra, dan siapa yang mengkhianati kita demi uang. Hidup hanya bisa dipertahankan jika bersatu,” ujarnya.

Para pemimpin NATO berjanji untuk meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina yang non-anggota dan memberikan perlindungan terhadap ancaman senjata kimia serta nuklir Rusia.

Tetapi aliansi tersebut telah menolak permintaan dari Kiev untuk memberlakukan zona larangan terbang guna membantu menghentikan serangan gencar Rusia karena takut terseret ke dalam konflik "penuh" dengan Moskow.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa konflik ini tidak meningkat di luar Ukraina yang akan menyebabkan lebih banyak penderitaan, bahkan lebih banyak kematian, bahkan lebih banyak kehancuran,” kata Stoltenberg.

Baca juga: Hampir Sebulan Invasi Rusia, NATO Lipatgandakan Pasukan di Eropa Timur

Presiden AS Joe Biden sebelum menuju ke Eropa memperingatkan tentang "ancaman nyata" bahwa Kremlin dapat menggunakan senjata kimia di Ukraina.

Stoltenberg mengatakan kepada wartawan bahwa setiap penggunaan senjata kimia secara fundamental akan mengubah sifat konflik.

“Ini akan menjadi pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, dan itu akan memiliki konsekuensi yang luas dan parah,” pungkasnya.

Baca juga: Rusia Peringatkan NATO Tidak Kirim Pasukan Perdamaian ke Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
5 Momen Paling Bersejarah...
5 Momen Paling Bersejarah Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Ada Gol 'Tangan Tuhan'
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved