Gawat, AS Bahas Kemungkinan Penggunaan Senjata Nuklir dalam Krisis Ukraina
Rabu, 23 Maret 2022 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jika Terancam, Rusia Akan Gunakan Senjata Nuklir
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan nuklir Rusia ditempatkan pada siaga tinggi akhir bulan lalu, mengutip "pernyataan agresif" Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss tentang kemungkinan keterlibatan NATO dalam krisis Ukraina.
Pada 1 Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta AS menghapus senjata nuklirnya dari Eropa dan membongkar infrastruktur terkait.
Mengomentari perjalanan Biden ke Eropa yang akan datang, Sullivan mengatakan presiden tidak akan berusaha menekan sekutu Washington untuk segera melarang pasokan energi Rusia, tetapi dia berencana mengumumkan "tanggapan bersama" yang bertujuan mengurangi ketergantungan Eropa pada Moskow.
"Dia akan bekerja dengan sekutu dalam penyesuaian jangka panjang untuk postur pasukan NATO di sisi timur. Dia akan mengumumkan aksi bersama untuk meningkatkan keamanan energi Eropa dan mengurangi ketergantungan Eropa pada gas Rusia pada akhirnya," ungkap Sullivan.
“AS dan sekutunya juga akan memiliki kesempatan berkoordinasi pada fase berikutnya dari bantuan militer ke Ukraina, dan akan memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, dan memperketat sanksi yang ada untuk menindak penghindaran dan memastikan penegakan yang kuat," ujar dia.
Mengomentari pengumuman Biden awal bulan ini tentang larangan total impor energi Rusia ke AS, Sullivan mengatakan presiden telah menjelaskan bahwa dia "tidak akan menekan" sekutu untuk mengikutinya.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan nuklir Rusia ditempatkan pada siaga tinggi akhir bulan lalu, mengutip "pernyataan agresif" Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss tentang kemungkinan keterlibatan NATO dalam krisis Ukraina.
Pada 1 Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta AS menghapus senjata nuklirnya dari Eropa dan membongkar infrastruktur terkait.
Mengomentari perjalanan Biden ke Eropa yang akan datang, Sullivan mengatakan presiden tidak akan berusaha menekan sekutu Washington untuk segera melarang pasokan energi Rusia, tetapi dia berencana mengumumkan "tanggapan bersama" yang bertujuan mengurangi ketergantungan Eropa pada Moskow.
"Dia akan bekerja dengan sekutu dalam penyesuaian jangka panjang untuk postur pasukan NATO di sisi timur. Dia akan mengumumkan aksi bersama untuk meningkatkan keamanan energi Eropa dan mengurangi ketergantungan Eropa pada gas Rusia pada akhirnya," ungkap Sullivan.
“AS dan sekutunya juga akan memiliki kesempatan berkoordinasi pada fase berikutnya dari bantuan militer ke Ukraina, dan akan memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, dan memperketat sanksi yang ada untuk menindak penghindaran dan memastikan penegakan yang kuat," ujar dia.
Mengomentari pengumuman Biden awal bulan ini tentang larangan total impor energi Rusia ke AS, Sullivan mengatakan presiden telah menjelaskan bahwa dia "tidak akan menekan" sekutu untuk mengikutinya.
Lihat Juga :