Inilah 3 Saudara Kandung Raja Salman yang Sudah Meninggal
Selasa, 22 Maret 2022 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sekolahnya, Fahd mendapat berbagai ajaran termasuk dari Sheikh Abdul-Ghani Kyahat yang terkenal.
Setelah menamatkan pendidikan di Princes’ School, Fahd melanjutkan pendidikannya ke Religion Knowledge Institute di Mekkah dan disana dia belajar Islam Wahabi.
Setelah menyelesaikan studinya, Fahd pernah terlibat dalam kunjungan kenegaraan ke New York pada 1945 untuk menghadiri sesi pembukaan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Setelah itu, karir Fahd dilanjutkan dengan menjadi Menteri Pendidikan pada 1953. Kemudian, pada 1962, dia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sebelum nantinya menjadi Wakil Perdana Menteri lima tahun setelahnya.
Ketika Raja Khalid meninggal pada 13 Juni 1982, Fahd bin Abdulaziz Al Saud naik takhta dan menjadi raja Arab Saudi.
Dalam kepemimpinannya, Fahd melanjutkan pembangunan infrastruktur kerajaan. Selain itu, Fahd juga mulai membangun jalan raya, bandara, universitas, rumah sakit, dan komplek industri sehingga membuat kota-kota di Arab Saudi menjadi berkilauan.
Dalam hal kebijakan dan ideologi, Fahd bin Abdulaziz Al Saud merupakan salah satu penguasa Arab Saudi yang sangat pro dengan barat.
2. Sultan bin Abdulaziz Al Saud
Saudara kandung Raja Salman yang berikutnya adalah Sultan bin Abdulaziz Al Saud. Sultan lahir pada 5 Januari 1928 dan menjadi putra ke 15 dari Raja Abdulaziz.
![Inilah 3 Saudara Kandung Raja Salman yang Sudah Meninggal]()
Sultan mengawali karirnya di bidang pelayanan publik ketika pada 1940 dia menjadi wakil gubernur Riyadh. Pada 1947, Sultan naik tahta menjadi gubernur Riyadh menggantikan Pangeran Nasser.
Setelah itu, pada tahun 1963, Putra Mahkota Faisal menunjuknya sebagai menteri pertahanan dan penerbangan Arab Saudi. Dalam jabatannya tersebut, dia memimpin pengembangan angkatan bersenjata Arab Saudi.
Pada 13 Juni 1982, Sultan bin Abdulaziz Al Saud diangkat menjadi wakil perdana menteri kedua.
Setelah menamatkan pendidikan di Princes’ School, Fahd melanjutkan pendidikannya ke Religion Knowledge Institute di Mekkah dan disana dia belajar Islam Wahabi.
Setelah menyelesaikan studinya, Fahd pernah terlibat dalam kunjungan kenegaraan ke New York pada 1945 untuk menghadiri sesi pembukaan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Setelah itu, karir Fahd dilanjutkan dengan menjadi Menteri Pendidikan pada 1953. Kemudian, pada 1962, dia diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sebelum nantinya menjadi Wakil Perdana Menteri lima tahun setelahnya.
Ketika Raja Khalid meninggal pada 13 Juni 1982, Fahd bin Abdulaziz Al Saud naik takhta dan menjadi raja Arab Saudi.
Dalam kepemimpinannya, Fahd melanjutkan pembangunan infrastruktur kerajaan. Selain itu, Fahd juga mulai membangun jalan raya, bandara, universitas, rumah sakit, dan komplek industri sehingga membuat kota-kota di Arab Saudi menjadi berkilauan.
Dalam hal kebijakan dan ideologi, Fahd bin Abdulaziz Al Saud merupakan salah satu penguasa Arab Saudi yang sangat pro dengan barat.
2. Sultan bin Abdulaziz Al Saud
Saudara kandung Raja Salman yang berikutnya adalah Sultan bin Abdulaziz Al Saud. Sultan lahir pada 5 Januari 1928 dan menjadi putra ke 15 dari Raja Abdulaziz.

Sultan mengawali karirnya di bidang pelayanan publik ketika pada 1940 dia menjadi wakil gubernur Riyadh. Pada 1947, Sultan naik tahta menjadi gubernur Riyadh menggantikan Pangeran Nasser.
Setelah itu, pada tahun 1963, Putra Mahkota Faisal menunjuknya sebagai menteri pertahanan dan penerbangan Arab Saudi. Dalam jabatannya tersebut, dia memimpin pengembangan angkatan bersenjata Arab Saudi.
Pada 13 Juni 1982, Sultan bin Abdulaziz Al Saud diangkat menjadi wakil perdana menteri kedua.
Lihat Juga :