10 Tokoh Dunia yang Sembuh dari Pandemi Flu Spanyol
Senin, 27 April 2020 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Selama Perang Dunia I, pada usia 17 tahun, Walt Disney bersama seorang temannya bergabung dengan Korps Ambulans Palang Merah pada September 1918. Ia ditugaskan pertama kali ke fasilitas pelatihan di sisi selatan Chicago, Namun saat bertugas, Disney terserang flu hebat yang kemudian diketahui sebagai flu Spanyol.
Ia kemudian kembali ke rumah untuk dirawat oleh ibunya dan berhasil pulih sehingga bisa kembali bergabung dengan Korps pada bulan Desember 1918. Sepuluh tahun kemudian, Disney menciptakan karakter kartun Mickey Mouse.
5. Raja George V
![10 Tokoh Dunia yang Sembuh dari Pandemi Flu Spanyol]()
Sama seperti Amerika Serikat, Inggris juga memiliki kasus flu Spanyol cukup tinggi akibat mobilitas pasukan selama Perang Dunia I. Akibatnya tokoh penting di Britania Raya tidak luput dari penularan flu Spanyol, salah satunya adalah Raja George V yang mulai terjangkit flu pada Mei 1918.
Sebanyak 10.313 pelaut Grand Fleet sebagai armada utama Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya juga terjangkit flu Spanyol. Raja George V akhirnya bisa sembuh dari pandemik mematikan itu.
6. Raja Alfonso XIII
![10 Tokoh Dunia yang Sembuh dari Pandemi Flu Spanyol]()
Pandemik 1918 diketahui pertama kali menjangkiti masyarakat Spanyol pada akhir Mei 1918.Tidak berselang lama tersiar kabar tentang raja Spanyol, Alfonso XIII juga terjangkit flu mematikan ini.
Beruntung, Alfonso XIII masih mampu selamat setelah melewati masa kritis akibat flu Spanyol. Meskipun pandemik ini bukan berasal dari Spanyol, media massa pada saat itu beramai-ramai memberitakan tentang merebaknya flu mematikan di Spanyol guna mengalihkan perhatian dunia seolah penyakit mematikan ini hanya terjadi di Spanyol.
7. Kaisar Wilhelm II
![10 Tokoh Dunia yang Sembuh dari Pandemi Flu Spanyol]()
Kaisar Wilhelm II juga dikabarkan menderita flu pada 1918, tapi berhasil sembuh kembali. Kaisar terakhir Jerman ini dikabarkan sebagai dalang di balik pandemi 1918 oleh kalangan yang percaya akan teori konspirasi.
Teori konspirasi ini menduga bahwa Wilhelm II merancang penyebaran penyakit menggunakan U-boats ke wilayah Amerika Serikat untuk mengurangi kekuatan militer Sekutu. Kaiser Wilhem II turun takhta dan meninggalkan Jerman menuju Belanda pada November 1918 setelah mendapat gelombang tuntutan dari militer hingga sipil untuk turun takhta.
Ia kemudian kembali ke rumah untuk dirawat oleh ibunya dan berhasil pulih sehingga bisa kembali bergabung dengan Korps pada bulan Desember 1918. Sepuluh tahun kemudian, Disney menciptakan karakter kartun Mickey Mouse.
5. Raja George V

Sama seperti Amerika Serikat, Inggris juga memiliki kasus flu Spanyol cukup tinggi akibat mobilitas pasukan selama Perang Dunia I. Akibatnya tokoh penting di Britania Raya tidak luput dari penularan flu Spanyol, salah satunya adalah Raja George V yang mulai terjangkit flu pada Mei 1918.
Sebanyak 10.313 pelaut Grand Fleet sebagai armada utama Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya juga terjangkit flu Spanyol. Raja George V akhirnya bisa sembuh dari pandemik mematikan itu.
6. Raja Alfonso XIII

Pandemik 1918 diketahui pertama kali menjangkiti masyarakat Spanyol pada akhir Mei 1918.Tidak berselang lama tersiar kabar tentang raja Spanyol, Alfonso XIII juga terjangkit flu mematikan ini.
Beruntung, Alfonso XIII masih mampu selamat setelah melewati masa kritis akibat flu Spanyol. Meskipun pandemik ini bukan berasal dari Spanyol, media massa pada saat itu beramai-ramai memberitakan tentang merebaknya flu mematikan di Spanyol guna mengalihkan perhatian dunia seolah penyakit mematikan ini hanya terjadi di Spanyol.
7. Kaisar Wilhelm II

Kaisar Wilhelm II juga dikabarkan menderita flu pada 1918, tapi berhasil sembuh kembali. Kaisar terakhir Jerman ini dikabarkan sebagai dalang di balik pandemi 1918 oleh kalangan yang percaya akan teori konspirasi.
Teori konspirasi ini menduga bahwa Wilhelm II merancang penyebaran penyakit menggunakan U-boats ke wilayah Amerika Serikat untuk mengurangi kekuatan militer Sekutu. Kaiser Wilhem II turun takhta dan meninggalkan Jerman menuju Belanda pada November 1918 setelah mendapat gelombang tuntutan dari militer hingga sipil untuk turun takhta.
Lihat Juga :