Arab Saudi Ogah Tanggung Jawab atas Harga Minyak Dunia yang Tinggi

Selasa, 22 Maret 2022 - 15:53 WIB
loading...
A A A
“Serangan itu tidak menyebabkan korban jiwa tetapi mengarah ke pengurangan sementara dalam output minyak,” papar Kementerian Energi Saudi.

Baca juga: Swiss Didesak Usir Wanita Cantik yang Dituding Jadi Pacar Putin

Arab Saudi telah berperang melawan Houthi di Yaman sejak 2015. Konflik tersebut telah digambarkan PBB sebagai “krisis kemanusiaan terburuk di dunia,” dan telah mengakibatkan kematian 377.000 orang, lebih dari dua pertiga di bawah usia lima tahun, per data PBB pada akhir 2021.

Ini sering dilihat sebagai perang proksi antara Iran dan Arab Saudi, karena dukungan Iran terhadap Houthi. Namun, Teheran membantah mempersenjatai pemberontak Houthi.

“Serangan seperti yang terjadi pada Minggu mewakili ancaman langsung terhadap keamanan pasokan minyak dalam keadaan yang sangat sensitif yang disaksikan oleh pasar energi global,” ungkap pernyataan Saudi.

Pasar energi global telah merespon dengan kejutan dan volatilitas terhadap konflik di Ukraina, dengan harga gas Amerika Serikat (AS) mencapai rekor bersejarah USD4,33 per galon awal bulan ini, dan menetap di USD4,25 pada Senin, menurut American Automobile Association.

Minyak Mentah Brent saat ini diperdagangkan di sekitar USD112 per barel, turun dari hampir USD140 awal bulan ini tetapi masih sekitar USD15 lebih tinggi dari sebelum pecahnya permusuhan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Perayaan Juara Spanyol...
Perayaan Juara Spanyol Makan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas gegara Air Mancur Roboh
Rekomendasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved