AS Kirim Rudal Pertahanan Udara Era Soviet ke Ukraina, Lama Disimpan di Alabama

Selasa, 22 Maret 2022 - 14:44 WIB
loading...
AS Kirim Rudal Pertahanan...
Sistem pertahanan udara SA-8 Gecko atau 9K33 Osa dalam sebutan Rusia disimpan AS di Alabama. Foto/sputnik
A A A
WASHINGTON - Setelah runtuhnya Uni Soviet, Amerika Serikat (AS) mengumpulkan beberapa sistem pertahanan rudal Soviet yang dievaluasi para profesional intelijen AS dan digunakan untuk melatih personel Amerika.

Ketika situasi memanas di Ukraina, AS dapat mengembalikan peralatan ini ke negara Eropa timur.

Amerika Serikat dilaporkan akan mentransfer senjata pertahanan udara buatan Soviet yang diperolehnya beberapa dekade lalu.

Baca juga: Negara NATO Ini Menentang Sanksi terhadap Rusia karena Butuh Minyaknya

“Pengiriman itu bertujuan meningkatkan persenjataan militer Ukraina di tengah operasi militer khusus Kremlin yang sedang berlangsung,” papar laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (21/3/2022).

Baca juga: Swiss Didesak Usir Wanita Cantik yang Dituding Jadi Pacar Putin

Mengutip sumber yang dirahasiakan dalam pemerintah, laporan tersebut merinci bahwa sistem, yang mencakup SA-8 Gecko (9K33 Osa dalam sebutan Rusia) yang berusia puluhan tahun.

Baca juga: Anggota Parlemen Israel Umpat Pidato Zelensky, Salahkan NATO atas Krisis Ukraina

SA-8 Gecko diperoleh AS untuk menilai teknologi militer Soviet yang dijual di seluruh dunia.

Para pejabat dilaporkan telah menegaskan bahwa persenjataan tersebut diketahui oleh militer Ukraina, yang mewarisi jenis peralatan yang sama setelah Uni Soviet runtuh.

Amerika Serikat, diduga, akan memanfaatkan gudang senjata Sovietnya, saat pemerintahan Presiden AS Joe Biden mendorong untuk memberi Ukraina lebih banyak senjata untuk mempertahankan diri.

Menurut WSJ, satu pesawat kargo buatan Soviet terbang ke bandara Huntsville, Alabama, pada 1994, membawa sistem pertahanan udara S-300 yang diperoleh AS di Belarusia sebagai bagian dari upaya rahasia senilai USD100 juta yang melibatkan kontraktor Pentagon.

Beberapa senjata buatan Soviet dilaporkan disimpan di Redstone Arsenal di Alabama, yang berfungsi sebagai "pusat program rudal dan roket Angkatan Darat."

Sumber menunjukkan bahwa setidaknya sebagian dari apa yang mungkin disediakan AS untuk pertahanan Ukraina akan datang dari lokasi itu.

Namun, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, S-300 dari Belarusia tidak termasuk dalam sistem yang disediakan untuk Ukraina.

Rancangan Undang-undang (RUU) anggaran pengeluaran pemerintah tahunan baru-baru ini disahkan oleh Kongres dan ditandatangani menjadi Undang-undang (UU) oleh Presiden Joe Biden.

UU itu dilaporkan mencakup klausul yang mengizinkan transfer pesawat, amunisi, kendaraan, dan peralatan lainnya ke militer Ukraina dan mitra NATO yang sudah berada di luar negeri atau dalam persediaan yang ada.

Staf untuk Senator Partai Republik Joni Ernst dari Iowa, yang mendorong UU tersebut, dilaporkan mengatakan kepada outlet tersebut bahwa undang-undang yang direvisi juga akan mencakup sistem pertahanan udara era Soviet.

Sumber mengatakan Kongres diberitahu tentang keputusan pemerintah AS tersebut.

Sistem pertahanan udara Rusia S-300 sudah ada di gudang senjata Ukraina, tetapi ditegaskan oleh Kiev bahwa militernya membutuhkan lebih banyak rudal yang beroperasi pada jarak menengah dan jauh.

Rudal Stinger yang ditembakkan dari bahu terus diberikan ke Ukraina oleh AS dan negara-negara NATO hanya efektif terhadap helikopter dan pesawat terbang rendah di dekatnya.

S-300, alias SA-10 dalam istilah NATO, adalah sistem pertahanan udara modern jarak jauh yang dirancang untuk melindungi wilayah besar dalam radius yang jauh lebih luas.

SA-8 adalah sistem pertahanan udara taktis dengan jangkauan terbatas yang dapat bergerak dengan unit darat dan memberikan perlindungan terhadap pesawat terbang dan helikopter.

Sementara SA-8 memiliki jangkauan yang lebih rendah, lebih dapat bermanuver dan mungkin lebih mudah untuk disembunyikan, menurut para ahli militer.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved