China Eastern Airlines MU-5735 Turun 21.000 Kaki dalam 1 Menit

Senin, 21 Maret 2022 - 23:55 WIB
loading...
China Eastern Airlines...
China Eastern Airlines MU-5735 Turun 21.000 Kaki dalam 1 Menit. FOTO/Flightradar24
A A A
BEIJING - Penerbangan MU-5735 China Eastern Airlines meninggalkan Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, pada pukul 13:11. pada Senin (21/3/2022). Pesawat itu sedianya menempuh penerbangan singkat selama 1,5 jam ke Guangzhou, sebuah kota komersial utama di tenggara China .

Namun, setelah satu jam, penerbangan menjadi sangat salah, menurut data dari Flightradar24, sebuah platform pelacakan. “Sekitar pukul 14:20, tiba-tiba pesawat mulai kehilangan ketinggian dengan sangat cepat," kata Flightradar24 dalam sebuah tweet, seperti dikutip dari New York Times.

Baca: Pesawat China Eastern Airlines yang Jatuh Angkut 133 Orang

Pesawat itu meluncur di ketinggian 29.100 kaki hanya dalam satu menit, kehilangan lebih dari 21.000 kaki.
“Pesawat sempat mendapatkan kembali ketinggian sekitar 8.000, kaki sebelum kembali terjun ke bawah,” menurut data Flightradar24.

Seorang manajer Pertambangan Beichen Kota Wuzhou, Liao Wenhui, mengkonfirmasi melalui telepon bahwa kamera pengintai mereka menangkap gambar yang tampak seperti pesawat yang terjun langsung ke bumi, tetapi menolak untuk mengatakan lebih banyak.

Pesawat itu berada di timur jauh wilayah Guangxi, di mana laporan cuaca tidak menunjukkan adanya kemungkinan faktor yang berkontribusi. Suhu mencapai ketinggian 86 derajat Fahrenheit sekitar pukul 2 siang, menurut Administrasi Meteorologi China.

Baca: Ini Kronologi Jatuhnya China Eastern Airlines, Diduga Tak Ada yang Selamat

Angin sedang dengan kecepatan kurang dari 12 mil per jam, dan jarak pandang 10 mil. Hujan diperkirakan turun pada malam hari, tetapi tidak ada curah hujan yang terukur pada saat kecelakaan.

Imbas dari kecelakaan ini, saham Boeing turun 5 persen, tak lama setelah dimulainya perdagangan Wall Street. Saham China Eastern berakhir pada Senin di angka 6,5 persen lebih rendah dalam perdagangan di Hong Kong.

Boeing mengeluarkan pernyataan singkat. "Kami mengetahui laporan media awal dan bekerja untuk mengumpulkan lebih banyak informasi," sebut pernyataan Boeing.

Administrasi Penerbangan Federal mengatakan bahwa mereka "siap membantu dalam upaya penyelidikan jika diminta".

Baca: Video Mengerikan, Pesawat China Eastern Airlines Jatuh dari Langit Secara Vertikal

Jika China meminta bantuan dari pemerintah Amerik Serikat (AS) dalam melakukan penyelidikan, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, yang melakukan investigasi kecelakaan, akan menjadi lembaga utama yang menyediakannya. Agensi itu mengatakan di Twitter bahwa mereka "memantau" kecelakaan itu.

Ada hampir 25.000 pesawat penumpang yang beroperasi di seluruh dunia, menurut Cirium, penyedia data penerbangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.200, atau 17 persen, adalah Boeing 737-800 NG. China adalah rumah bagi hampir 1.200 pesawat itu, diikuti oleh Eropa, dengan hampir 1.000, dan Amerika Serikat, dengan hampir 800.



American Airlines memiliki 265 737-800 NG dalam pelayanan, sementara Southwest Airlines memiliki 205, United Airlines memiliki 136 dan Delta Air Lines memiliki 77, menurut Cirium. Boeing mengirimkan hampir 5.000 pesawat kepada pelanggan antara tahun 1998 dan 2020, menurut data Boeing.

China adalah salah satu pasar terbesar Boeing. Tahun lalu, perusahaan memperkirakan bahwa jumlah pesawat komersial di sana akan berlipat ganda pada tahun 2040, dengan maskapai China membutuhkan 8.700 pesawat baru pada saat itu, senilai sekitar USSD1,47 triliun.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Berita Terkini
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina ke Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Infografis
Iran Segera Serang Zionis...
Iran Segera Serang Zionis Israel dalam 1-2 Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved