Rusia Bombardir Ukraina, Slovakia Kerahkan Sistem Rudal Patriot AS

Senin, 21 Maret 2022 - 08:26 WIB
loading...
Rusia Bombardir Ukraina,...
Slovakia mulai kerahkan sistem rudal Patriot AS pasokan dari Jerman dan Belanda setelah bombardir Rusia terhadap Ukraina tak kunjung berhenti. Foto/REUTERS
A A A
BRATISLAVA - Slovakia mulai mengerahkan sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) setelah bombardir Rusia terhadap Ukraina tak kunjung berhenti.

Menteri Pertahanan Jaroslav Nad mengatakan sistem pertahanan Patriot telah tiba di Slovakia pada hari Minggu dan penyebarannya dimulai hari ini hingga beberapa hari ke depan.

Pengerahan sistem pertahanan itu sebagai bagian dari upaya NATO untuk meningkatkan pertahanan negara anggota Eropa Timur-nya sebagai tanggapan atas operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.

Slovakia, yang merupakan bagian dari NATO dan Uni Eropa, memiliki populasi 5,5 juta dan berbatasan dengan Ukraina sepanjang 100 km (62 mil).

“Sistem ini akan ditempatkan sementara di Pangkalan Angkatan Udara Sliac. Area penyebaran lebih lanjut sedang dipertimbangkan ...jadi payung keamanan mencakup bagian terbesar dari wilayah Slovakia," tulis Nad dalam sebuah posting Facebook.

Baca juga: Slovakia Siap Kirim Sistem Rudal S-300 ke Ukraina, Rusia: Itu Target Sah!

Sistem Patriot diberikan kepada Bratislava oleh sesama anggota NATO; Jerman dan Belanda, dan akan dilayani oleh pasukan dari negara-negara tersebut.

Kelompok pertempuran blok NATO di Slovakia diperkirakan berjumlah 2.100 orang.

Menteri Nad mengatakan sistem Patriot tidak akan menggantikan S-300 era Soviet milik Slovakia, melainkan berfungsi sebagai elemen tambahan dari pertahanan udara negara itu.

Namun, dia mengulangi kesediaan Bratislava untuk menyebarkan sistem pertahanan lain karena usia, kondisi teknis, kemampuan yang tidak memadai S-300. "Karena konflik Ukraina telah membuat kerja sama militer dengan Rusia tidak dapat diterima," ujarnya.

Pekan lalu, Nad mengatakan Slovakia siap untuk menjawab panggilan Ukraina dan menyerahkan sistem S-300 ke Kiev, tetapi hanya jika dilengkapi dengan pengganti yang tepat.

Moskow telah memperingatkan Barat agar tidak mengirim sistem pertahanan udara canggih ke Ukraina, dengan mengatakan pengiriman senjata pertahanan seperti itu akan dianggap sebagai target sah dan akan dihancurkan.

Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina sejak 24 Februari. Moskow mengatakan operasi itu diluncurkan menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan ketentuan Perjanjian Minsk.

Operasi militer atau invasi ini diluncurkan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui dua republik Donbass di Ukraina timur, yakni Donetsk dan Luhansk, sebagai negara yang merdeka.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved