Rusia Komentar Soal Normalisasi Hubungan dengan Barat: Tidak Saat Ini!
Minggu, 20 Maret 2022 - 05:31 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov menjelaskan Moskow tidak akan mengusulkan inisiatif untuk menormalkan hubungan dengan Barat pada saat ini.
Pada Sabtu (19/3/2022), Lavrov mengumumkan, “Saat Rusia terbuka untuk bekerja sama dengan negara mana pun, termasuk negara Barat, Moskow tidak akan mengusulkan inisiatif apa pun yang bertujuan menormalkan hubungan dengan Barat.”
Sebaliknya, Lavrov menegaskan, “Rusia akan menunggu dan melihat bagaimana mereka akan menemukan jalan keluar dari jalan buntu yang telah mereka lalui sendiri.”
Baca juga: Ukraina Ungkap Jumlah Tentara Rusia yang Ditangkap selama Perang
Selain itu, diplomat top Rusia berpendapat, “Bahkan terlepas dari situasi di sekitar Ukraina dan sanksi, perilaku Barat hanya menunjukkan bahwa itu adalah mitra yang tidak dapat diandalkan.”
Baca juga: Kepala Roscosmos: AS Bisa Putus Hubungan Rusia dari Jaringan GPS
Pembekuan aset Bank Sentral Rusia baru-baru ini, menurut Lavrov, menggambarkan bahwa cadangan negara lain berpotensi "dicuri" juga oleh Barat.
Baca juga: Politisi Italia Ingin Undang Putin ke Parlemen setelah Zelensky
Pada Sabtu (19/3/2022), Lavrov mengumumkan, “Saat Rusia terbuka untuk bekerja sama dengan negara mana pun, termasuk negara Barat, Moskow tidak akan mengusulkan inisiatif apa pun yang bertujuan menormalkan hubungan dengan Barat.”
Sebaliknya, Lavrov menegaskan, “Rusia akan menunggu dan melihat bagaimana mereka akan menemukan jalan keluar dari jalan buntu yang telah mereka lalui sendiri.”
Baca juga: Ukraina Ungkap Jumlah Tentara Rusia yang Ditangkap selama Perang
Selain itu, diplomat top Rusia berpendapat, “Bahkan terlepas dari situasi di sekitar Ukraina dan sanksi, perilaku Barat hanya menunjukkan bahwa itu adalah mitra yang tidak dapat diandalkan.”
Baca juga: Kepala Roscosmos: AS Bisa Putus Hubungan Rusia dari Jaringan GPS
Pembekuan aset Bank Sentral Rusia baru-baru ini, menurut Lavrov, menggambarkan bahwa cadangan negara lain berpotensi "dicuri" juga oleh Barat.
Baca juga: Politisi Italia Ingin Undang Putin ke Parlemen setelah Zelensky
Lihat Juga :