Garda Revolusi Iran Luncurkan Drone Kapal Selam Cerdas Terbaru

Rabu, 16 Maret 2022 - 10:58 WIB
loading...
Garda Revolusi Iran...
Armada drone kapal selam cerdas terbaru milik Iran. Foto/tasnim news
A A A
TEHERAN - Armada kapal selam Iran yang disebut "kapal selam cebol" saat ini dioperasikan oleh Angkatan Laut Iran, bukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Itu artinya, drone kapal selam drone yang dirilis pada Selasa (15/3/2022) adalah jenis baru dalam operasi bawah permukaan untuk pasukan tersebut.

IRGC meluncurkan beberapa senjata baru pada Selasa, termasuk drone kapal selam pertamanya, yang digambarkan sebagai “kapal selam pintar” dalam siaran televisi pemerintah.

Baca juga: Tantang Putin Bertarung, Pemimpin Chechnya Kadyrov Sarankan Musk Ganti Nama Elona

Upacara pembukaan berlangsung di pelabuhan selatan Iran di Bandar Abbas, yang terletak di tengah Selat Hormuz, pintu masuk strategis ke Teluk Persia.

Baca juga: Selamat Tinggal Petrodolar? Arab Saudi Terima Yuan China untuk Pembelian Minyak

“Peluncuran itu diamati Komandan IRGC Mayjen Hossein Salami dan Kepala Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Ali Reza Tangsiri,” ungkap laporan Kantor Berita Tasnim.

Baca juga: Ukraina Kecam Langkah Tak Bersahabat Israel terhadap Warganya

Juga diresmikan pada acara tersebut adalah kapal air serangan cepat baru yang memiliki kecepatan tertinggi 95 knot dan kemampuan menembakkan rudal dan roket, serta melakukan misi pengintaian.

IRGC mengoperasikan armada kapal cepat yang terdiri dari ribuan kapal, yang digunakannya untuk mengendalikan garis pantainya yang luas dan kemungkinan digunakan untuk melancarkan perang laut asimetris jika terjadi konflik.

IRGC juga mengungkapkan mereka memiliki rudal baru dengan jangkauan yang lebih jauh dan kemampuan yang lebih baik untuk menahan gangguan elektronik.

Media Iran tidak memberikan indikasi bagaimana drone kapal selam baru akan digunakan.

Berbagai negara lain menggunakan kapal selam tak berawak untuk segala hal mulai dari pengintaian hingga pertempuran, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan China.

IRGC adalah formasi paramiliter elit yang melengkapi militer Iran. AS telah menetapkan kelompok itu sebagai organisasi teroris asing, meskipun IRGC tidak pernah dikaitkan dengan serangan teroris.

Pada Januari 2020, AS di era pemerintahan Donald Trump membunuh komandannya, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, dalam serangan pesawat tak berawak di luar Baghdad, Irak.

Gedung Putih Trump mengklaim Soleimani ada di sana untuk mengoordinasikan serangan terhadap beberapa kedutaan AS, tetapi pemerintah Irak kemudian mengungkapkan komandan militer itu sedang dalam misi rahasia yang bertujuan memulihkan hubungan antara Iran dan Arab Saudi.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Latihan Rahasia Korea...
Latihan Rahasia Korea Selatan Disusupi Drone Jelang Hadapi Meksiko
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved