Sambil Menangis, Pasukan Rusia yang Ditangkap Minta Maaf

Selasa, 15 Maret 2022 - 21:27 WIB
loading...
Sambil Menangis, Pasukan...
Dua tentara Rusia menangis saat wawancara pada 15 Maret 2022, mengatakan bahwa mereka menyesal telah membunuh orang Ukraina dan Vladimir Putin melakukan kesalahan besar. Foto/New York Post
A A A
KIEV - Tentara Rusia yang ditangkap pasukan Ukraina menangis saat mereka meminta maaf karena membunuh warga sipil Ukraina, termasuk anak-anak. Mereka mengakui bahwa invasi yang diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin adalah kesalahan yang mengerikan.

“Saya meminta maaf untuk diri saya sendiri, untuk pasukan saya ke setiap rumah ke setiap jalan ke setiap warga Ukraina, kepada orang tua, kepada wanita, kepada anak-anak atas invasi kami ke tanah ini,” kata salah satu tentara Rusia, Galkin Sergey Alekseevich (34) selama konferensi pers yang emosional.

“Saya sangat meminta maaf atas invasi berbahaya kami. Kepada jenderal unit militer kami, saya ingin mengatakan satu hal - bahwa mereka telah bertindak pengecut, bahwa mereka melakukan pengkhianatan kepada kami,” sambungnya.



“Saya ingin mengatakan kepada semua resimen tentara Rusia: letakkan senjata Anda,” tambah Alekseevich.

“Dan presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin menghentikan aksi pertempuran lebih lanjut. Hentikan pemboman, berhenti mengirim tentara ke sini untuk membunuh warga sipil, untuk melakukan serangan udara,” serunya seperti dilansir dari New York Post, Selasa (15/3/2022).

Menurut media Inggris The Sun, Alekseevich diyakini adalah salah satu dari tujuh petugas pengintai yang ditangkap minggu lalu.

Baca juga: Mengaku Disuruh Mengebom Sasaran Sipil, Pilot Rusia: Kami Telah Kalah Perang

Prajurit Rusia lainnya, Maksim Chernik dari Brigade Senapan Bermotor ke-16 Rusia, mengatakan perasaan yang mengerikan untuk menyadari kesalahan apa yang telah mereka perbuat, lapor media Inggris lainnya Daily Mail.

“Hanya memahami bahwa semua ini harus diperbaiki, hubungan harus ditingkatkan entah bagaimana,” katanya.

“Ini akan memakan waktu lebih dari satu tahun. Ini akan memakan waktu puluhan tahun, mungkin berabad-abad. Aku hanya tidak ingin ada setelah semua ini setelah apa yang terjadi di sini,” harapnya.

Baca juga: Tentara Rusia Ditangkap Pasukan Ukraina: Kami Akan Ditembak Mati Jika Dipulangkan

Cuplikan video dari prajurit Rusia yang ditangkap muncul ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta pasukan Rusia untuk menyerah. Ia mengatakan dalam pidato di televis bahwa mereka telah menderita kerugian yang lebih buruk selama invasi mereka ke negaranya daripada selama konflik Chechnya.

"Saya tahu Anda ingin bertahan," katanya, menurut BBC, seraya menambahkan bahwa mereka yang menyerah akan diperlakukan sebagai manusia - dengan sopan.

Negosiasi antara Rusia dan Ukraina diperkirakan akan berlanjut pada hari Selasa, dengan Zelensky mengatakan bahwa kemajuan yang dibuat sejauh ini "cukup bagus."

Baca juga: Letnan Rusia yang Ditangkap Ukraina: Saya Merasa Malu...
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved