Dihajar Rusia, Ukraina Siap Beli Rudal Anti-Pesawat secara Kredit

Selasa, 15 Maret 2022 - 11:01 WIB
loading...
Dihajar Rusia, Ukraina...
Tentara Polandia menggunakan sistem anti-pesawat PPZR Piorun yang dikirim ke Ukraina. Foto/ArmyInform
A A A
KIEV - Ukraina sangat membutuhkan persenjataan anti-pesawat di tengah serangan Rusia yang sedang berlangsung. Pernyataan itu diungkapkan Presiden Volodymyr Zelensky saat konferensi pers dengan media asing.

Menurut Zelensky, Kiev telah secara ekstensif meneliti dan menunjukkan lokasi persenjataan di negara-negara di mana sistem tersebut dapat dibeli.

“Ada pertahanan anti-rudal yang bisa dipasang di negara ini. Ukraina telah menemukan lokasinya di seluruh dunia. Secara rinci, sampai ke gudang,” ujar dia, dilansir RT.com pada Sabtu (12/3/2022).

Baca juga: Dihajar Sanksi, Miliarder Rusia Abramovich Tampak Acak-acakan di Bandara Israel

Dia menambahkan, Kiev siap membeli sistem semacam itu dari siapa pun yang siap memasoknya, berapa pun biayanya.

Baca juga: Kremlin Ungkap Sejumlah Strategi Perang Pasukan Rusia di Ukraina

“Kami siap untuk membeli (sistem ini), kami siap untuk mengambil pinjaman, kami siap untuk menarik uang terakhir dari anggaran kami dan memberikannya segera,” papar dia.

Baca juga: Sekjen PBB: Perang Nuklir dalam Ranah Kemungkinan, Kaum Miskin Dunia Terdampak

Presiden juga memberikan pukulan baru pada Barat dan keengganan NATO menetapkan zona larangan terbang di atas Ukraina untuk melawan serangan militer Rusia yang sedang berlangsung.

“Beberapa politisi di Barat akan menolak gagasan itu sampai satu bom menghantam kafe tempat mereka duduk,” ungkap Zelensky dengan nada marah.

Sementara Kiev telah berulang kali mendesak aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan zona larangan terbang, blok itu telah mengesampingkannya.

NATO memperingatkan bahwa setiap upaya menerapkan zona larangan terbang dapat mengarah ke konflik langsung dengan Rusia alias bisa terjadi Perang Dunia III.

Pada saat yang sama, Barat telah meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina. Ini termasuk sistem anti-pesawat ringan, yaitu Stinger MANPAD buatan AS, serta rudal Strela yang dirancang Soviet, yang masih disimpan negara-negara Eropa tertentu.

Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap tetangganya pada akhir Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina menerapkan ketentuan perjanjian Minsk 2014-2015.

Rusia kemudian mengakui kemerdekaan dua republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.

Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina dan untuk mengakhiri konflik selama bertahun-tahun di timur negara itu.

Moskow sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral dan bersumpah tidak bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kiev menegaskan serangan Rusia tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved