Agen Mossad Terlibat Pembunuhan Soleimani Dibayar Rp70,5 Juta/Bulan

Selasa, 16 Juni 2020 - 15:51 WIB
loading...
Agen Mossad Terlibat...
Mahmoud Mousavi-Majd, pria Iran yang dituduh jadi mata-mata CIA dan Mossad dan dituduh membocorkan keberadaan eks komandan Pasukan Quds; Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Foto/Twitter @arabicfarsnews
A A A
TEHERAN - Pria Iran , Mahmoud Mousavi-Majd, dijatuhi hukuman mati atas tuduhan jadi agen mata-mata Mossad dan CIA. Dia dilaporkan jadi informan yang secara tidak langsung terlibat dalam pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani .

Beberapa media Iran sebelumnya melaporkan Mousavi-Majd dituduh membocorkan lokasi Soleimani kepada badan intelijen Amerika Serikat (AS); CIA, dan badan intelijen Israel; Mossad.

Namun, dokumen Iran yang secara eksklusif diperoleh kantor berita Tasnim, menyuguhkan laporan lain yang agak berbeda. Menurut dokumen itu, Mousavi-Majd dibayar USD5.000 sebulan oleh dua badan intelijen musuh Teheran.

Soleimani adalah komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang tewas diserang pesawat nirawak AS di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak, 3 Januari 2020. (Baca: Iran Bersiap Eksekusi Agen Mossad yang Terlibat Pembunuhan Soleimani )

Pekan lalu, otoritas Kehakiman Iran mengatakan Mahmoud Mousavi Majd telah dijatuhi hukuman mati karena jadi mata-mata CIA dan Mossad. Dia juga dikenai tuduhan mengumpulkan informasi intelijen tentang keamanan dan Angkatan Bersenjata Iran, termasuk di Pasukan Quds IRGC dan keberadaan Soleimani.

Laporan kantor berita Tasnim, Senin (15/6/2020), bertentangan dengan spekulasi sejumlah media, termasuk media asing. Menurut laporan tersebut, sang mata-mata bukanlah staf militer, atau pun anggota IRGC, atau bahkan anggota pasukan Basij yang pergi ke Suriah secara sukarela untuk memerangi terorisme.

Terpidana dilaporkan meninggalkan Iran sebelum Revolusi Islam tahun 1979 ketika dia masih kecil, dan dibesarkan di Suriah.

Mousavi-Majd menjalin hubungan dengan sejumlah penasihat militer Iran di Suriah dan memulai karier sebagai sopir.

Di bawah kedok sebagai sopir, menurut Tasnim, mata-mata itu mengumpulkan informasi intelijen untuk AS dan Israel dan menerima gaji USD5.000 sebulan dari CIA dan Mossad. (Baca juga: Ini Sosok Agen Mossad dan CIA yang Terlibat Pembunuhan Jenderal Soleimani )

Media Iran lainnya melaporkan informan itu sejatinya ditangkap 26 bulan yang lalu dan kasusnya sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pembunuhan AS terhadap Jenderal Soleimani di Baghdad awal Januari lalu.

Mousavi-Majd dilaporkan diidentifikasi dan ditangkap oleh pasukan Hizbullah Lebanon. Sang mata-mata diserahkan ke Iran lebih dari dua tahun lalu.

Pengadilan Revolusi telah menjatuhkan hukuman mati terhadap mata-mata tersebut, putusannya telah ditegakkan oleh pengadilan lain, dan terpidana akan segera dieksekusi.

Selain Soleimani, serangan pesawat nirawak pada 3 Januari lalu juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala Hashd al-Sha'abi (PMU) Irak, dan rombongannya.

Gedung Putih dan Pentagon mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Jenderal Soleimani di Irak, dengan mengatakan serangan itu dilakukan atas arahan Presiden AS Donald Trump.

Pada dini hari 8 Januari, IRGC menyerang pangkalan udara Ain al-Asad, Irak, yang digunakan pasukan AS sebagai balasan atas kematian Soleimani.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved