Polisi Tangkap 800 Demonstran Anti Perang di Seluruh Rusia

Senin, 14 Maret 2022 - 22:23 WIB
loading...
Polisi Tangkap 800 Demonstran...
Polisi Tangkap 800 Demonstran Anti Perang di Seluruh Rusia. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Polisi Rusia menahan lebih dari 800 orang karena memprotes "operasi militer" Moskow di Ukraina pada Minggu (13/3/2022). Aksi penolakan terhadap kebijakan Vladimir Putin ini berlanjut di saat invasi Rusia ke Ukraina memasuki pekan ketiga.

Kelompok pemantau politik, OVD-Info, yang memantau penangkapan selama aksi protes, mengatakan polisi telah menahan 817 orang selama demonstrasi di 37 kota di Rusia.

Baca: Zelensky: Rusia Sudah Serang Dekat Perbatasan Polandia, Bakal Serang Negara NATO!

Seorang wartawan AFP melaporkan dari aksi protes di ibukota Moskow, yang menyaksikan setidaknya selusin penangkapan. Dilaporkan pula, polisi membawa pergi siapa pun tanpa surat.

Seorang wanita muda meneriakkan "damai bagi dunia" saat dia dibawa pergi oleh dua polisi, kata wartawan itu. Beberapa polisi anti huru hara memiliki huruf "Z" dengan warna bendera Rusia di helm mereka, kata reporter AFP.

Surat itu, terlihat pada tank dan kendaraan Rusia di Ukraina, telah menjadi simbol dukungan untuk apa yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus". Penegakan hukum di Moskow mengatakan, pada Minggu malam mereka telah menahan sekitar 300 orang di pusat ibukota karena pelanggaran ketertiban umum.

Baca: 1.400 Tentara Rusia yang Terluka di Ukraina telah Keluar Rumah Sakit

Di kota kedua Rusia, St. Petersburg, AFP melihat beberapa penangkapan, termasuk seorang pengunjuk rasa yang diseret di tanah. Nevsky Avenue di pusat kota ditutup oleh polisi dengan selusin mobil polisi diparkir di sepanjang jalan.

Mengenakan topi kuning dan jaket biru, Kristina yang berusia 20 tahun mengatakan dia "mengekspresikan protesnya" dengan mengenakan warna bendera Ukraina.

"Menakutkan untuk pergi ke luar, tentu saja. Mereka menahan semua orang. Banyak teman saya telah ditahan dalam beberapa hari terakhir, beberapa bahkan dikeluarkan dari universitas," katanya kepada AFP.

Baca: Hindari Sanksi Barat, Kaum Tajir Rusia Pindah Dana dari Eropa ke Dubai

Akhir pekan lalu, polisi menangkap lebih dari 5.000 pengunjuk rasa di seluruh Rusia. Para pengunjuk rasa mempertaruhkan denda dan kemungkinan hukuman penjara dengan turun ke jalan.

OVD-Info mengatakan bahwa 14.804 orang telah ditahan dalam demonstrasi di seluruh negeri untuk memprotes serangan militer Rusia di Ukraina, yang diluncurkan pada 24 Februari.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved