Profil Ivan Fedorov, Wali Kota Melitopol Ukraina yang Diculik Rusia

Senin, 14 Maret 2022 - 16:10 WIB
loading...
Profil Ivan Fedorov,...
Wali Kota Melitopol Ivan Fedorov keberadaannya tak diketahui setelah diculik dari kantornya. Foto/twitter
A A A
KIEV - Ukraina menuding pasukan Rusia melakukan penculikan terhadap Wali Kota Melitopol, Ivan Fedorov.

Video yang dirilis akun resmi Layanan Komunikasi Khusus dan Perlindungan Komunikasi (SSSCIP) pada Jumat (11/3) lalu, terlihat Fedorov dibawa secara paksa keluar dari gedung kantornya oleh pasukan Rusia dengan wajah ditutupi tas hitam.



Video tersebut pertama kali diunggah oleh Kirill Timoshenko, Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina.

Dilansir dari berbagai sumber, Parlemen Ukraina membuat pernyataan mengenai penculikan Ivan Fedorov di akun resmi mereka di Twitter.

Baca juga: Rusia Lantik Wali Kota Baru Melitopol, Setelah Culik yang Lama

Cuitan itu menyebutkan bahwa 10 tentara Rusia menculik Wali Kota Melitopol karena menolak bekerja sama. Mereka menahan Fedorov di lokasi yang tidak diketahui.

Baca juga: Hindari Sanksi Barat, Kaum Tajir Rusia Pindah Dana dari Eropa ke Dubai

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Fedorov sebagai wali kota yang berani membela Ukraina dan mengkritik Rusia dengan “tanda kelemahan penjajah”.

Baca juga: 1.400 Tentara Rusia yang Terluka di Ukraina telah Keluar Rumah Sakit

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Ukraina juga mengecam penculikan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional tentang penyanderaan warga sipil selama perang berlangsung.

Ivan Fedorov sendiri baru menjabat sebagai Wali Kota Melitopol pada 2020. Pria yang bernama asli Ivan Sergeevich Fedorov ini lahir pada 29 Agustus 1988.

Usianya masih sangat muda, di tahun ini baru menginjak 33 tahun. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Oblast Zaporizhzhia.



Fedorov dianugerahi Ordo Kelas Keberanian III, penghargaan untuk kontibusinya dalam melindungi kedaulatan negara dan integritas teritorial Ukraina.

Keberanian dan tindakan tanpa pamrihnya tampak selama mempertahankan kota dari invasi Ukraina dalam Pertempuran Melitopol.

Melitopol merupakan kota pelabuhan yang berada di wilayah selatan Ukraina, yang saat ini tengah di bawah kuasa Rusia.

Pada 25 Februari lalu, pasukan militer Rusia memasuki wilayah Melitopol. Bentrokan menyebabkan sejumlah kerusakaan di kota tersebut.

Pasukan militer Rusia juga menembaki sebuah rumah sakit yang menyebabkan kematian empat orang dan 10 orang luka-luka.

Setelah invasi dan penyerangan yang dilakukan Rusia, warga Melitopol berunjuk rasa di jalan. Mereka memblokir konvoi kendaraan militer Rusia.

Situs berita Ukrayinska Pravda melaporkan, Ivan Fedorov mengatakan warga Melitopol mulai mengalami kesulitan bahan makanan dan obat-obatan.

Dia telah meminta pasukan Rusia membuka koridor kemanusiaan mereka dan membiarkan penduduk kota mengungsi, namun permintaan tersebut ditolak.

Pada wawancara bersama BBC hari Rabu 9 Maret sebelum penculikannya, Fedorov mengatakan dengan tegas, “Kami tidak bekerja sama dengan Rusia dengan cara apa pun.”

Saat ini, posisi Fedorov digantikan wali kota baru, Galina Danilchenko. Rekaman mengenai penculikan Fedorov belum sepenuhnya diverifikasi dan Moskow belum memberikan pernyataan apa pun soal Fedorov.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved