Tampung Pengungsi Ukraina, Warga Inggris Dibayar Rp6,5 Juta

Minggu, 13 Maret 2022 - 13:44 WIB
loading...
Tampung Pengungsi Ukraina,...
Pengungsi dari Ukraina mengantri untuk berlindung saat mereka menunggu transportasi setelah melarikan diri dari invasi Rusia di pos pemeriksaan perbatasan di Medyka, Polandia. Foto/REUTERS/Fabrizio Bensch
A A A
LONDON - Pemerintah Inggris pada Minggu (13/3/2022) mengumumkan akan membayar warga yang membuka rumahnya untuk pengungsi asal Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia . Pemerintah Inggris dihujani kritik atas responsnya terhadap krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Skema yang disebut "Rumah untuk Ukraina" akan membiarkaan pengungsi perang Ukraina-Rusia untuk datang ke Inggris meski mereka tidak memiliki ikatan keluarga. Inggris akan membayar warganya sebesar 350 pounds atau sekitar Rp6,5 juta per bulan selama enam bulan jika mereka menawarkan pengungsi kamar atau properti cadangan.

Pemerintah Inggris mengatakan di bawah skema baru, anggota masyarakat, badan amal, bisnis dan kelompok masyarakat harus dapat menawarkan akomodasi melalui halaman web pada akhir minggu depan.



"Inggris berdiri di belakang Ukraina di saat-saat tergelap mereka dan publik Inggris memahami perlunya menyelamatkan sebanyak mungkin orang secepat mungkin," kata Menteri Perumahan Inggris, Michael Gove, dalam sebuah pernyataan.

"Saya mendesak orang-orang di seluruh negeri untuk bergabung dalam upaya nasional dan menawarkan dukungan kepada teman-teman Ukraina kita. Bersama-sama kita dapat memberikan rumah yang aman bagi mereka yang sangat membutuhkannya," sambungnya seperti dikutip dari Reuters.

Siapa pun yang menawarkan kamar atau rumah harus menunjukkan bahwa akomodasi tersebut memenuhi standar dan mereka mungkin harus menjalani pemeriksaan catatan kriminal.

Baca juga: Polandia Sudah Tampung 1 Juta Lebih Pengungsi Ukraina

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah berusaha untuk menggambarkan Inggris sebagai pemimpin respons global terhadap invasi Rusia, yang Moskow sebut sebagai "operasi khusus." Meski begitu, pemerintahnya telah menghadapi kritik atas keterlambatan dalam menerima pengungsi.

Anggota parlemen dari semua partai politik utama telah menyerang desakan pemerintah agar warga Ukraina mencari visa dan tes biometrik sebelum tiba di Inggris, dengan mengatakan pemerintah Inggris memprioritaskan birokrasi di atas kesejahteraan mereka yang melarikan diri dari perang.

Jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina bisa meningkat menjadi lebih dari 4 juta, dua kali lipat dari perkiraan saat ini sekitar 2 juta, kata Badan Pengungsi PBB pekan lalu.

Baca juga: PBB: Lebih dari 2,5 Juta Orang Melarikan Diri dari Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved