Blogger Arab Saudi yang Dituduh Menghina Islam Dibebaskan setelah Dipenjara 10 Tahun
Minggu, 13 Maret 2022 - 02:33 WIB
loading...
A
A
A
Hukuman cambuk pertamanya di alun-alun Jeddah pada tahun 2015 mengejutkan dunia, dan digambarkan oleh PBB sebagai hukuman kejam dan tidak manusiawi. Setelah protes dari berbagai komunitas internasional, dia tidak dicambuk lagi.
“Raif Badawi, pembela hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi, akhirnya dibebaskan!” tulis kelompok HAM Amnesty International.
“Ribuan dari Anda telah dimobilisasi bersama kami dalam membela Raif Badawi selama 10 tahun. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anda semua atas dukungan Anda yang tak kenal lelah.”
Colette Lelievre, penyelenggara kampanye Amnesty International yang berbasis di Montreal, mengatakan pembebasannya “sangat melegakan”.
“Ensaf kehilangan kata-kata karena begitu tiba-tiba. Dia bekerja sangat keras untuk membebaskan suaminya sehingga emosi membanjirinya,” kata Lelievre pada hari Jumat setelah berbicara dengan istri Badawi.
"Ini adalah langkah maju yang besar baginya," imbuh dia.
Setiap hari Jumat selama hampir tujuh tahun, Haidar—yang melarikan diri ke Kanada setelah penangkapan Badawi dan sejak itu menjadi warga negara Kanada—mengadakan acara jaga publik untuk sang suami.
Dia telah mengatakan kepada AFP pada akhir Februari pada peringatan ke-374 di Sherbrooke, Quebec, di mana dia tinggal bahwa dia dapat mempertahankan kontak dengan suaminya, berbicara dengannya sampai tiga kali seminggu melalui telepon.
“Raif Badawi, pembela hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi, akhirnya dibebaskan!” tulis kelompok HAM Amnesty International.
“Ribuan dari Anda telah dimobilisasi bersama kami dalam membela Raif Badawi selama 10 tahun. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Anda semua atas dukungan Anda yang tak kenal lelah.”
Colette Lelievre, penyelenggara kampanye Amnesty International yang berbasis di Montreal, mengatakan pembebasannya “sangat melegakan”.
“Ensaf kehilangan kata-kata karena begitu tiba-tiba. Dia bekerja sangat keras untuk membebaskan suaminya sehingga emosi membanjirinya,” kata Lelievre pada hari Jumat setelah berbicara dengan istri Badawi.
"Ini adalah langkah maju yang besar baginya," imbuh dia.
Setiap hari Jumat selama hampir tujuh tahun, Haidar—yang melarikan diri ke Kanada setelah penangkapan Badawi dan sejak itu menjadi warga negara Kanada—mengadakan acara jaga publik untuk sang suami.
Dia telah mengatakan kepada AFP pada akhir Februari pada peringatan ke-374 di Sherbrooke, Quebec, di mana dia tinggal bahwa dia dapat mempertahankan kontak dengan suaminya, berbicara dengannya sampai tiga kali seminggu melalui telepon.
Lihat Juga :