Invasi ke Ukraina Bakal Jadi Perang Nuklir? Ini Jawaban Menlu Rusia
Sabtu, 12 Maret 2022 - 01:52 WIB
loading...
A
A
A
“Tentu saja itu membuat kita khawatir ketika Barat, seperti Freud, terus kembali dan kembali ke topik ini,” kata Lavrov setelah pembicaraan di Antalya, Turki dengan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba.
Lavrov mengatakan pembicaraan tentang potensi serangan Rusia terhadap negara-negara pecahan Soviet di Baltik–Lithuania, Latvia dan Estonia, sekarang semua anggota Uni Eropa dan NATO–hanya tipuan lama.
Rusia dan Amerika Serikat memiliki persenjataan hulu ledak nuklir terbesar setelah Perang Dingin yang memecah dunia selama sebagian besar abad ke-20, mengadu Barat melawan Uni Soviet dan sekutunya.
Putin pada 27 Februari memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk siaga tinggi, mengutip sanksi Barat dan pernyataan agresif oleh anggota terkemuka aliansi militer NATO.
Pejabat Rusia kemudian mengutip komentar Inggris tentang kemungkinan konfrontasi antara NATO dan Rusia.
Putin mengatakan "operasi militer khusus" di Ukraina sangat penting untuk memastikan keamanan Rusia setelah Amerika Serikat memperluas keanggotaan NATO hingga ke perbatasan Rusia dan mendukung para pemimpin pro-Barat di Kiev.
Ukraina mengatakan sedang berjuang untuk eksistensinya. Amerika Serikat dan sekutu Eropa serta Asia-nya mengutuk invasi Rusia. Sedangkan China menyerukan untuk tenang.
Lavrov mengatakan pembicaraan tentang potensi serangan Rusia terhadap negara-negara pecahan Soviet di Baltik–Lithuania, Latvia dan Estonia, sekarang semua anggota Uni Eropa dan NATO–hanya tipuan lama.
Rusia dan Amerika Serikat memiliki persenjataan hulu ledak nuklir terbesar setelah Perang Dingin yang memecah dunia selama sebagian besar abad ke-20, mengadu Barat melawan Uni Soviet dan sekutunya.
Putin pada 27 Februari memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk siaga tinggi, mengutip sanksi Barat dan pernyataan agresif oleh anggota terkemuka aliansi militer NATO.
Pejabat Rusia kemudian mengutip komentar Inggris tentang kemungkinan konfrontasi antara NATO dan Rusia.
Putin mengatakan "operasi militer khusus" di Ukraina sangat penting untuk memastikan keamanan Rusia setelah Amerika Serikat memperluas keanggotaan NATO hingga ke perbatasan Rusia dan mendukung para pemimpin pro-Barat di Kiev.
Ukraina mengatakan sedang berjuang untuk eksistensinya. Amerika Serikat dan sekutu Eropa serta Asia-nya mengutuk invasi Rusia. Sedangkan China menyerukan untuk tenang.
Lihat Juga :