Taiwan Diminta Tiru Ukraina Jika China Nekat Lakukan Invasi

Jum'at, 11 Maret 2022 - 13:03 WIB
loading...
Taiwan Diminta Tiru...
Taiwan diminta tiru Ukraina jika China nekat lakukan invasi. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Perlawanan sengit yang dilakukan Ukraina terhadap invasi pasukan Rusia dapat menjadi contoh bagi Taiwan untuk mempertahankan diri jika China memilih untuk melanggar kedaulatannya dengan menyerang. Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) pada sidang Senat pada hari Kamis.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan tetapi merupakan pemasok senjata utamanya, dan telah lama mendesaknya untuk membeli sistem pertahanan yang hemat biaya dan mobile – yang disebut senjata “asimetris” – untuk melawan China yang militernya lebih kuat.

“Saya pikir situasi yang kita lihat di Ukraina saat ini adalah studi kasus yang sangat berharga bagi mereka tentang mengapa Taiwan perlu melakukan semua yang dapat dilakukan untuk membangun kemampuan asimetris, untuk menyiapkan populasinya, sehingga bisa menjadi duri jika China memilih untuk melanggar kedaulatannya,” kata Mara Karlin, asisten menteri pertahanan untuk strategi, rencana, dan kemampuan seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (11/3/2022).



Sementara itu Jessica Lewis, asisten menteri luar negeri untuk urusan politik-militer, mengatakan kepada para senator bahwa Amerika Serikat terus mendesak Taiwan untuk mendapatkan sistem asimetris, yang telah "digunakan untuk memberikan pengaruh besar di Ukraina."

"Taiwan perlu memprioritaskan pertahanan udara jarak pendek, ranjau laut angkatan laut, dan pertahanan pesisir serta rudal jelajah," kata Lewis, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat dan Taiwan semakin melihat secara langsung apa yang memenuhi syarat sebagai sistem asimetris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved