Kecewa Berat pada NATO, Presiden Ukraina Cari Kompromi Soal Krimea dan Donbass
Selasa, 08 Maret 2022 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Komentar Zelensky mengikuti pernyataan juru bicara Kremlin Dmitri Peskov pada Senin yang menyerukan Ukraina untuk demiliterisasi, menjamin status non-bloknya, dan mengakui Krimea serta Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk.
Peringatan bahwa Ukraina “tidak siap untuk ultimatum”, Zelensky tetap menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Mengenai NATO, saya sudah lama tenang tentang pertanyaan ini, setelah kita memahami bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina,” ujar Zelensky.
“Aliansi ini takut akan hal-hal kontroversial dan konfrontasi dengan Rusia. Kita tidak pernah ingin menjadi negara yang memohon sesuatu dengan berlutut, dan kita tidak akan menjadi negara itu dan saya tidak ingin menjadi presiden itu," tegas Zelensky.
Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan damai putaran ketiga pada Senin di wilayah Brest, Belarusia barat.
Negosiator Ukraina memberikan jaminan kepada rekan-rekan mereka dari Rusia bahwa koridor kemanusiaan yang diumumkan oleh militer Rusia pada Senin akan mulai beroperasi seperti biasa.
Kepala negosiator Rusia Vladimir Medinsky menyatakan kekecewaannya tentang kurangnya kemajuan dalam pembicaraan, dengan mengatakan pihak Ukraina tidak menandatangani protokol yang diusulkan Rusia mengenai masalah yang telah disepakati secara prinsip dalam putaran diskusi sebelumnya.
Peringatan bahwa Ukraina “tidak siap untuk ultimatum”, Zelensky tetap menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Mengenai NATO, saya sudah lama tenang tentang pertanyaan ini, setelah kita memahami bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina,” ujar Zelensky.
“Aliansi ini takut akan hal-hal kontroversial dan konfrontasi dengan Rusia. Kita tidak pernah ingin menjadi negara yang memohon sesuatu dengan berlutut, dan kita tidak akan menjadi negara itu dan saya tidak ingin menjadi presiden itu," tegas Zelensky.
Rusia dan Ukraina mengadakan pembicaraan damai putaran ketiga pada Senin di wilayah Brest, Belarusia barat.
Negosiator Ukraina memberikan jaminan kepada rekan-rekan mereka dari Rusia bahwa koridor kemanusiaan yang diumumkan oleh militer Rusia pada Senin akan mulai beroperasi seperti biasa.
Kepala negosiator Rusia Vladimir Medinsky menyatakan kekecewaannya tentang kurangnya kemajuan dalam pembicaraan, dengan mengatakan pihak Ukraina tidak menandatangani protokol yang diusulkan Rusia mengenai masalah yang telah disepakati secara prinsip dalam putaran diskusi sebelumnya.
Lihat Juga :